Ratusan Warga Suku Sakai Disuntik Vaksin Corona

Harijal - Minggu, 15 Agustus 2021 19:11 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/08/bf8ba5082021_untitled2.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
istimewa

BENGKALIS - Ratusan warga adat Suku Sakai hadir dan antre disuntik vaksin. Vaksinasi digelar di balai adat Suku Sakai, Desa Kasumbo Ampai Bathin Solapan, Bengkalis. Di antara ratusan yang hadir, beberapa di antaranya menggunakan baju adat Suku Sakai yang terbuat dari kulit kayu. 

Hadir dalam pelaksanaan vaksinasi seperti Gubernur Syamsuar, Kapolda Irjen Agung, Danrem 031 Wirabima Brigjen TNI Syech Ismed. Kajati Riau Dr Jaja Subagja, Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan hingga Kepala Adat Suku Sakai dari Bathin Delapan dan Lima.

"Hari ini kami divaksin sesuai arahan dari pemerintah. Ini untuk kesehatan dan juga keberlangsungan hidup keluarga kami di sini," kata perwakilan Suku Sakai, Bahrum (14/8/2021).

Pria 45 tahun itu mengaku mendapat kabar ada vaksin dari kepala adat. Ia yang aktif dan banyak bepergian memutuskan untuk ikut vaksin.

"Sebenarnya kami sudah lama dapat kabar ada vaksin, kami tunggu. Saya sering pergi keluar karena anak sekolah dan kuliah juga di Pekanbaru. Ada kabar langsung ikutlah," katanya.

Bahrum menyebut ada sekitar 170 kepala keluarga Suku Sakai di daerah tersebut. Itu artinya ada sekitar 600 jiwa Suku Sakai tinggal dan bermukin di sekitaran Bathin Solapan.

"Kami bersama forkopimda tentunya cukup bangga. Kami berharap tetap jaga protokol kesehatan setelah ini untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Bengkalis ini level III, tapi zona merah dan punya resiko tinggi," kata Syamsuar.

Kapolda Riau, Irjen Agung mengatakan dia hadir untuk membantu pelaksanaan vaksin yang terkendala administrasi. Di mana, banyak masyarakat Suku Sakai tidak bisa ikut vaksin COVID-19 karena tak memiliki KTP dan NIK.

"Sore hari ini kami ditengah-tengah Suku Sakai di daerah Mandau. Kita ketahui banyak dari mereka belum memiliki KTP atau NIK yang kemudian ada kendala terkait pendaftaran," kata Agung.

Untuk itu, petugas melakukan pendataan secara manual. Sebab, banyak masyarakat Suku Sakai yang tinggal di pedalaman dan terkendala administrasi.

"Kita lakukan secara manual untuk tahap pertama. Bersama forkopimda akan lanjut ke yang kedua pada suku-suku pedalaman seperti ini. Hari ini ada 270 orang divaksin berkat sosialisasi datuk-datuk di sini," kata Agung.(MCR)

Berita Terkait

Pemerintahan

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Pemerintahan

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru

Pemerintahan

Dua Petinju Pekanbaru Sabet Medali Emas Kejuaraan Danlanud Bangka Belitung ‎

Pemerintahan

RSUD Arifin Achmad Berhasil Tangani Kasus Menouria Langka, Pasien Kini Dapat Haid Normal

Pemerintahan

Musrenbang RKPD Riau 2027, DPRD: Tahun Depan Kembali Normal

Pemerintahan

Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri dan Pejabat Pemerintah Kabinet Merah Putih