PEKANBARU, kabarmelayu.com - Gubernur Riau (Gubri) Arsyadjuliandi Rachman meradang dengan tegas masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terkesan tidak 'menghargai' acara Nasional sekelas Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) yang tidak membawa pendamping kepala dinas sebanyak tiga orang.
Pada permulaan rapat yang berlangsung di Gedung Daerah Pauh Janggi tersebut berlangsung kondusif dengan penjelasan yang disampaikan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum terkait persiapan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI).
Namun ketika Gubri dipersilahkan untuk memberi tanggapannya terkait persiapan HAKI ini, ruangan mendadak heboh karena kepanikan para pegawai baik eselon II hingga eselon IV untuk menghubungi pegawai dari SKPDnya ikut menghadiri rapat HAKI tersebut.
Pasalnya, Gubri menyampaikan bahwa ia yakin banyak dari pegawai eselon III hingga IV tidak mengetahui terkait perkembangan persiapan HAKI, karena menurutnya masing-masing kepala dinas hanya menerima informasi untuk dirinya sendiri.
"Saya yakin bapak ibu tidak tahu harus ngapain ini kan, karena para kepala hanya menelan sendiri informasi ini," ujar Gubri Andi Rachman, Kamis (17/11/16).
Kemudian, tanpa diduga Gubri mulai mengabsen masing-masing SKPDnya untuk mengetahui SKPD mana yang hadir pada rapat tersebut dan berapa anggota yang telah dibawa serta sehingga rapatpun ditunda selama 10 menit.
"Saya tidak mau tau, saya suruh kemaren 3 orang pendamping kepala dinas. Yang belum cukup hubungi anggotanya baik eselon IV atau staf pun tidak apa-apa," tukasnya.(rec)