Program Vaksinasi Terus Berjalan, Indra Yopi: Antibodi Terbentuk 28 Hari Setelah Vaksin Kedua

Harijal - Minggu, 30 Mei 2021 23:39 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/05/8762cb052021_untitled11.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
istimewa

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau, bersama Kabupaten Kota, hingga saat ini masih terus menggencarkan program vaksinasi bagi masyarakat Riau, baik bagi yang lansia maupun masyarakat Umum. Target vaksinasi bagi masyarakat Riau ini sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo, usai kunjungan kerja, dimana untuk Riau vaksinasi masih rendah, dan semakin tingginya kasus terkomfirmasi positif mulai awal bulan Mei.

Juru bicara penanggulan COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, Minggu (31/5) mengatakan, vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat, sebagai usaha untuk menghindari masyarakat terhadap penularan virus corona yang lebih parah.

Vaksinasi sesuai dengan kegunaannya untuk memberikan kekebalan terhadap tubuh, atau meningkatkan imun.

“Vaksin bagian dari usaha kita, ini salah satu usaha tapi bukan dari usaha utama, setelah divaksin minimal kita menjalaknak 2M, memakai masker dan menjaga jarak atau mengurangi mobilisasi. Tapi tetap kita waspada, kalaupun terpaksa berkumpul atau keluar harus pakai masker,” ujar dr Indra Yovi.

“Vaksin bagian dari usaha, berkali-kali disampaikan sesudah divaksin, kapan akan terbentuk antibodi ditubuh orang yang divaksin itu 28 hari setelah vaksin. Jadi kami menghimbau jangan berfikir setelah vaksin aman dari covid, tetap tetap mengikuti prokes, dengan memakai masker dan menjaga jarak, itu saja jalankan,” kata Indra Yovi. 

Dijelaskan dokter ahli paru ini, antobodi yang terbentuk selama 28 hari setelah vaksin kedua, memberikan kekebalan tubuh hingga mencapai 67 persen, dan tidak ada vaksin yang memberikan perlindungan hingga 100 persen. Paling tidak setelah divaksin memberikan kekebalan jika terpapar covid, tidak dalam kondisi yang berat. 

“Antibodi kekebalan tubuh 28 hari setelah vaksin kedua, tidak ada vaksin yang melindungi 100 persen, vaksin Sinovam yang kita pakai memiliki 67 persen melindungi. Artinya, dari 100 orang yang divaksin masih ada 33 orang yang terkena Covid. Dan berita baiknya kalau yang 33 itu kena Covid, juga jumlahnya hanya 3 persen yang parah,” jelas Indra Yovi. 

Untuk itu, Indra Yopi menghimbau kepada masyarak untuk bisa ikut program vaksinasi yang dicanangkan oleh Pemerintah. Sejauh ini yang telah divaksin jika terpapar covid hanya bergejala ringan. Kekebalan tubuh yang sudah rivaksin 4 kali lipat bila dibandingkan orang yang tidak divaksin.(MCR)

Berita Terkait

Pemerintahan

Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan

Pemerintahan

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Pemerintahan

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru

Pemerintahan

Dua Petinju Pekanbaru Sabet Medali Emas Kejuaraan Danlanud Bangka Belitung ‎

Pemerintahan

RSUD Arifin Achmad Berhasil Tangani Kasus Menouria Langka, Pasien Kini Dapat Haid Normal

Pemerintahan

Musrenbang RKPD Riau 2027, DPRD: Tahun Depan Kembali Normal