Satgas Covid-19: Pekanbaru Zona Merah, Terapkan Prokes Hindari Kerumunan

Harijal - Rabu, 21 April 2021 21:08 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/04/753ec4042021_untitled13.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
dr Indra Yovi

PEKANBARU - Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi mengatakan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Pekanbaru semakin tinggi. Ia khawatir nantinya membuat daya tampung isolasi pasien positif Covid-19 di rumah sakit penuh.

Yovi kembali mengingatkan agar masyarakat betul-betul menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin, seperti memakai masker, menjaga jarak aman, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

"Pertama, tentunya himbauan kita agar masyarakat taat dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan Covid-19, jangan lengah," kata dr Indra Yovi, Rabu, (21/04/2021).

Selanjutnya, Ia meminta agar pembatasan aktivitas masyarakat di zona merah diperketat, seperti pusat kuliner, dan lainnya.

"Kedua, pastikan daerah zona merah yang menimbulkan kerumunan untuk dibatasi jamnya. Kemudian, untuk masyarakat yang berada daerah zona merah, agar melaksanakan salat di rumah saja. Gak akan berkurang ibadah kita salat di rumah, dengan kondisi sekarang ini," ujarnya.

Pihaknya menyarankan untuk daerah zona merah resiko tinggi penularan Covid-19 seperti di Kota Pekanbaru gencar melakukan Operasi Yustisi Covid-19.

"Perlu operasi yustisi, kemarin kan ekonomi sudah jalan, sekarang ini harus ada rem sedikit aktivitas, minimal seminggu atau sepuluh hari direm aktivitas-aktivitas itu. Agar bisa kembali normal, dan berkurang lagi kasus positif Covid-19 di Pekanbaru. Itu aja sebenarnya," ungkapnya.

Dijelaskan dia, setengah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Riau berasal dari Kota Pekanbaru.

"Kebijakan pemerintah kota sebenarnya yang paling penting, karena setengah kasus di Riau itu berasal dari Kota Pekanbaru ada 200 kasus. Rumah sakit sudah mau penuh," tutupnya. (MCR)

Berita Terkait

Pemerintahan

Fenomena Bulan Darah Ubah Langit Menjadi Merah Api

Pemerintahan

PPWI Inhil, BDPN, Kades dan Warga Pungkat Bahu Membahu Padamkan Api yang Membakar Kebun Warga

Pemerintahan

PLN Tembilahan Belum Tuntaskan Kabel Semrawut

Pemerintahan

9 Perusahaan Siap Perbaiki 6,44 Kilometer Jalan Simpang KITB-Sungai Rawa

Pemerintahan

Agung Nugroho Senang Anak-anak Kembali Sekolah

Pemerintahan

Karhutla Riau Mulai Terkendali