Tahun Ini Pemprov Riau Rektrut 75 Orang Penerima Beasiswa Tahfizpreneur di Institut Tazkia Bogor

Harijal - Kamis, 11 Maret 2021 19:43 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/03/c3536b032021_untitled4.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Riau, Zulkifli Syukur

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tahun ini kembali akan mengrekrut 75 orang penerima beasiswa Tahfiz Entrepreneur (Tahfizpreneur) di Institut Agama Islam Tazkia Bogor. 

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Riau, Zulkifli Syukur mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan perekrutan 75 orang siswa SMA/SMK maupun santri pondok pesantren yang akan dikuliahkan di Institut Tazkia. 

"Saat ini ada 280 orang siswa dan santri yang ikut tes beasiswa tahfiz entrepreneur di Institut Tazkia Bogor," kata Zulkifli Syukur, Kamis (11/3/2021). 

Zulkifli Syukur, beasiswa tersebut merupakan yang kedua kalinya. Dimana sebelumnya pihaknya telah mengkuliahkan 115 sisw dan santri kuliah di Institut Tazkia. 

"Kita sudah ada MoU khusus dengan Institut Tazkia untuk mengkuliakan anak-anak Riau. Tahun lalu itu ada 115 orang, tahun ini kita rekrut 75 orang," ujarnya. 

Lebih lanjut Zulkifli menjelaskan, perekrutan penerima beasiswa tersebut dilakukan langsung oleh pihak Institut Tazkia ke Provinsi Riau. 

"Jadi tim Institut Tazkia turun langsung ke Riau melakukan seleksi anak-anak kabupaten/kota. Bagi yang tidak bisa tes langsung akan dilakukan secara online. Karena anak-anak Riau juga ada yang mondok di luar daerah," terangnya. 

Zulkifli menyatakan, anak-anak Riau yang akan dikuliahkan di Institut Tazkia yang memiliki niat dan keinginan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dan memiliki background tahfiz. 

"Jadi ketika mereka kuliah nanti diharapkan menguasai tahfiz dan entrepreneur. Selain itu selesai kuliah, anak-anak Riau ini bisa mengembangkan ilmu yang diperoleh di kabupaten/kota, karena selain mereka genera yang Qurani, dan juga bisa mengembangkan usaha," tutupnya. (MCR)

Berita Terkait

Pemerintahan

Fenomena Bulan Darah Ubah Langit Menjadi Merah Api

Pemerintahan

PPWI Inhil, BDPN, Kades dan Warga Pungkat Bahu Membahu Padamkan Api yang Membakar Kebun Warga

Pemerintahan

PLN Tembilahan Belum Tuntaskan Kabel Semrawut

Pemerintahan

9 Perusahaan Siap Perbaiki 6,44 Kilometer Jalan Simpang KITB-Sungai Rawa

Pemerintahan

Agung Nugroho Senang Anak-anak Kembali Sekolah

Pemerintahan

Karhutla Riau Mulai Terkendali