Sistem Lapor Cepat Dalam Pencegahan Karhutla Sangat Penting

Harijal - Senin, 08 Maret 2021 19:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/03/a48317032021_untitled19.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
istimewa

PEKANBARU - Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Natar Nasution menyampaikan bahwa ia ingin memberikan penekanan dari arahan Presiden terkait pengendalian dan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Ia menyebutkan, dari arahan Presiden tersebut semua arahan itu ujungnya adalah bagaimana tidak terjadi keterlambatan dalam penanganannya, yakni dengan melakukan sistem lapor cepat terhadap pencegahan Karhutla sangatlah penting.

Menurutnya, karena sistem gerak cepat yang dilakukan Satgas Karhutla Riau ketika menetapkan status siaga darurat Karhutla 2021 mendapat apresiasi langsung dari Presiden Jokowi, karena kecepatan menjadi penekanannya.

"Kecepatan itu menjadi penekan beliau (Presiden RI)," katanya, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Forum Koordinasi Perangkat Daerah (Forkopimda) Kabupaten/Kota se Riau terkait pengendalian Karhutla di Provinsi Riau secara virtual, di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (8/3/21).

Wagubri menuturkan, keberhasilan Riau dalam penanganan Karhutla pada tahun 2020 lalu sangat dipengaruhi oleh adanya Dasbor Lancang Kuning yang sangat membantu melaksanakan tugas dalam menangani Karhutla.

"Jadi yang bisa diidentifikasi oleh Dasbor Lancang Kuning segera ditinjau, kemudian sistem lapor cepat dan tanggap daruratan menjadi sangat pokok," tuturnya.

Kemudian ia menerangkan, Gubernur Riau juga menyampaikan upaya lain yang dilakukan oleh Pemprov Riau untuk memperkecil keinginan pihak manapun untuk melakukan pembakaran dalam membuka lahan yakni dengan menyediakan 12 alat berat.

Selain alat berat itu digunakan untuk masyarakat yang diprioritas yang betul-betul tidak mampu, menurutnya alat tersebut juga bisa digunakan untuk membuat embung, karena embung ini sangat penting untuk ketersediaan air.

"Ada beberapa keluhan di daerah kesulitan mendapatkan air, jadi air ini pokoknya harus tersedia di tempat yang sering Karhutla. Hendaknya di tempat tersebut disediakan embung dengan memanfaatkan lahan yang ada, sehingga pada saat terjadi kebakaran lagi kita tidak kesulitan mendapatkan air karena sudah tersedia air," ujarnya. 

Edy Nasution menambahkan, ia juga meminta ketersediaan tabung oksigen di lapangan terutama di daerah yang rawan Karhutla. Ia juga menekankan jangan sampai petugas di lapangan kekurangan oksigen dalam proses memadamkan api.

"Semua permasalahan bisa diatasi apabila semua pihak memiliki kesamaan cara pandang dan keinginan untuk bersama mengatasi Karhutla, sehingga apa yang diharapkan Presiden dapat terlaksana," ucapnya. (MCR)

Berita Terkait

Pemerintahan

Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan

Pemerintahan

Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras

Pemerintahan

Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan

Pemerintahan

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Pemerintahan

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru

Pemerintahan

Dua Petinju Pekanbaru Sabet Medali Emas Kejuaraan Danlanud Bangka Belitung ‎