Cegah Corona, Dewan Pers Minta Konpers Tatap Muka Dikurangi

Harijal - Rabu, 05 Agustus 2020 00:17 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/08/313fdd082020_untitled32.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).

JAKARTA - Anggota Dewan Pers, Arif Zulkifli meminta semua pihak mengurangi kegiatan konferensi pers (konpers) tatap muka untuk mencegah klaster baru penularan virus corona (Covid-19). Langkah tersebut perlu dilakukan guna mencegah wartawan terpapar virus corona.

"Saya setuju dengan meningkatnya beberapa klaster dan kasus baru, mestinya kita menahan diri untuk tidak melakukan pernyataan pers yang sifatnya offline," kata Arif kepada CNNIndonesia.com, Selasa (4/8).

Arif menyebut konferensi pers masih dilakukan sejumlah pihak secara langsung lantaran narasumber yang tak percaya diri ketika melakukan konpers secara online.

Saat ini, kata Arif, Dewan Pers tengah menghimpun kerja sama dengan pihak ketiga untuk melakukan tes massal Covid-19 di kalangan wartawan. Tes tersebut untuk mengurangi rasa khawatir wartawan saat meliput peristiwa ataupun konpers.

"Jadi kita lagi susun mekanisme, siapa yang didahulukan dan sebagainya itu lagi disusun. Semoga dalam waktu dekat bisa kita terapkan. Karena saya tahu wartawan juga gelisah kalau dia tidak tahu," ujarnya.

Senada, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) meminta pemerintah, baik itu kementerian atau lembaga mengurangi konferensi pers tatap muka mengundang wartawan untuk meminimalisir klaster baru penularan virus corona.

"Pemerintah melalui lembaga-lembaga negara memang sebaiknya bisa berkontribusi dengan mengurangi munculnya klaster baru dengan meminimalisir kegiatan offline. Konpers dikurangi lah," kata Ketua AJI Abdul Manan saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Manan mengatakan kegiatan konferensi pers yang dialihkan dari tatap muka menjadi online atau virtual tak akan mengurangi nilai informasi yang disampaikan. Menurutnya, upaya tersebut juga untuk menjaga keselamatan wartawan.

"Kecuali sesuatu yang sifatnya sangat darurat. Kalau sifatnya memberikan informasi saya kira itu kan tidak berkurang nilainya kalau disampaikan secara daring. Jadi informasi dapat, di sisi lain menjaga keselamatan wartawan," ujarnya.

Di sisi lain, Manan meminta perusahaan media bisa lebih selektif dalam mengirim wartawan untuk meliput suatu kegiatan atau peristiwa. Menurutnya, perusahaan wajib melengkapi wartawann dengan alat-alat pelindung dari risiko penularan virus corona jika terpaksa menugaskan ke lapangan.

"Terakhir, wartawan juga harus punya kesadaran mematuhi protokol kesehatan," katanya.

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Pemerintahan

Polda Riau Bongkar Sindikat Curanmor, 44 Unit Kendaraan Disita, 6 Orang Ditetapkan Tersangka

Pemerintahan

Polsek Teluk Meranti Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan, Imbau Warga Cegah Karhutla

Pemerintahan

Luar Biasa! Tim Futsal SDN 024 Tarai Bangun Sabet Juara I Tiga Naga Championship Antar SD Se-Riau

Pemerintahan

Syarat Beasiswa Pemko Pekanbaru 2027 Tambahkan Indikator Akreditasi Perguruan Tinggi

Pemerintahan

Kios Pasar Higienis Pekanbaru Dijadikan Tempat Tinggal, Penghuni Diminta Keluar

Pemerintahan

ISPU Memburuk, Sekolah di Siak Terapkan PJJ, ASN Hamil Boleh WFH