Satu Pasien Sembuh, Sisa 6 Pasien Positif Covid-19 Masih Dirawat

Harijal - Jumat, 12 Juni 2020 19:57 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/06/94b311062020_untitled11.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Riau, dr Indra Yovi

PEKANBARU - Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covud-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi menjelaskan satu lagi pasien positif Covid-19 di Riau berhasil sembuh. Pasien ini berinitial UL usia 19 tahun warga kabupaten Bengkalis. 

"Nona UL (19) dari kabupaten Bengkalis telah sembuh, dan hari ini sudah kembali ke keluarganya," ujar Dokter Indra Yovi membuka press conference, Jumat (12/06/2020).

Lebih lanjut Indra Yovi menjelaskan tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Riau bersama tim laboratorium Bio Molekuler dan tim ahli epidemiologi terus meningkatkan pemeriksaan sampel di laboratorium bio molekular RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru. Saat ini sudah bisa memeriksa 450 hingga 500 sampel per hari. 

"Target kita bisa memeriksa 15.000 sampel selama se bulan. Dimana semua ODP yang tersisa sebanyak 3694 orang dilakukan PCR. 3694 ODP harus dilakukan PCR. Bukan rapid test lagi, dan semua akan di swab. Termasuk semua tenaga kesehatan yang berkaitan langsung dengan penanganan Covid-19," ujar Indra Yovi. 

Dokter Indra Yovi turut berpesan agar masyarkat Riau secara sadar untuk menggunakan masker jika keluar rumah guna melindungi semua orang. 

"Jadikan Masker budaya saat ke luar rumah, sehingga dengan memakai masker ini masyarakat Riau aktifitas ekonomi, keagamaan, budaya bekerja berjalan tanpa terjadi penambahan kasus positif secara signifikan," imbuhnya.

Selanjutnya Dokter Indra Yovi juga menekankan tugas Puskesmas berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk memeriksa ODP yang dicatat dan melakukan swab sesudahnya. 

Teknis kedua di penerbangan. Di KKP dan otoritas bandara jumlah orang perhari di Riau bisa 400 sampai 500 orang. Tetap lakukan di bandara dengan batasan jelas. Berisiko tinggi di umur 60 tahun ke atas di swab. Orang punya sakit jantung diabetes hipertensi di swab. 

Menbandingkan kapasitas lab biomolekular RSUD Arifin Ahmad 450 hingga 500 sampel  per hari atau sebulan dengan target 15.000 sampel.

"Petugas kita sangat siap untuk bekerja 3 shift. Untuk saat ini reagen kita ada 12.000 unit, yang akan datang 10.000. Artinya 22.000 unit. Dalam sebulan ke depan reagen masih cukup. Tinggal lagi kembali ke masyarakat untuk menjaga agar Covid-19 ini dapat ditekan dengan menggunakan masker saat ke luar rumah dan jaga jarak di pusat keramaian maupun rumah ibadah. 

Lab bio molekular dan rumah sakit bukanlah utama, namun kesadaran masyarakat menjaga supaya tidak terkena Covid-19 itu yang lebih utama," katanya menutup press conference. (MCR)

Berita Terkait

Pemerintahan

Kebun Negara Dijarah, Mitra PT Agrinas Palma Nusantara Tempuh Jalur Hukum

Pemerintahan

Ternyata, Seseorang Bisa Dinyatakan Positif Narkoba Setelah Terpapar Asap Ganja

Pemerintahan

Tim Manggala Agni Berjibaku Padamkan Karhutla di Palika dan Kandis

Pemerintahan

Progres capai 21 persen, Anggota koramil 05/RM dan warga kebut pengecoran Jembatan Gantung Bangko Pusaka

Pemerintahan

Api Muncul di Tiga Daerah, Helikopter Dikerahkan Padamkan Karhutla di Riau

Pemerintahan

Semangat Berbagi Idul Adha, PT. Agrinas Palma Nusantara Mitra KSO PT. Citra Mutiara Bumi Riau Gelar Penyembelihan Hewan Kurban