HUT Riau Ke-60, Dewan Sesali Penderita Gizi Buruk di Pekanbaru

Harijal - Rabu, 09 Agustus 2017 21:39 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/08/f68adf082017_00000hutriauke60dewan.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Penderita Gizi Buruk (ilustrasi)

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Ternyata tidak hanya persoalan Demam Berdarah Dengue (DBD), kasus gizi buruk saat ini juga menimpa 4 warga Kota Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau.

Untuk itu, agar persoalan gizi buruk ini tak semakin memprihatinkan dan jadi prestasi buruk bagi intansi-intansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, diminta Diskes tanggap dan melakukan berbagai upaya antisipasi dan pendekatan kepada masyarakat. Seperti telaah apa penyebab gizi buruk terjadi di tengah-tengah Kota Pekanbaru.

"Seharusnya di era sekarang tidak ada lagi terkait gizi buruk. Kalau ini memang ada tentunya sangat disayangkan. Untuk itu, kami minta kepada Dinas Kesehatan untuk berperan aktif supaya sering memberikan tinjauan dan imbauan," kata Eri Pribasuki, Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru pada awak media, Rabu (9/8/2017).

Selain itu, Politisi PDI-Perjuangan ini juga meminta Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dapat bekerjasama dengan pihak lainnya seperti Posyandu, Kelurahan serta Kecamatan untuk betul-betul mendata apa masih ada masyarakat yang mengalami gizi buruk.

"Kami harapkan RT RW juga melakukan pendataan di setiap kecamatan dan ini dilakukan apakah ada yang lainnya mengalami gizi buruk," imbaunya.    Seperti disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Helda S Munir melalui Kepala Bidang Masyarakat Ely Farsya, bahawa pihaknya menemukan 4 orang mengalami kasus gizi buruk di daerahnya yang tersebar di beberapa kecamatan, dari total temuan itu, para pasien telah ditangani.

"Total pasien gizi buruk ini tersebar di empat Kecamatan, pertama di Kecamatan Limapuluh, Kecamatan Tampan, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kecamatan Sukajadi," jelasnya.

Semua kasus gizi buruk yang didata Diskes kota Pekanbaru ini kata Ely, dipantau secara berjenjang mulai dari tingkat posyandu, puskesmas hingga dinas kesehatan. Di tingkat kota, Diskes menyiapkan program pemulihan lewat penyediaan pemberian makanan tambahan (PMT), dan juga makanan pendamping air susu ibu (Formula).

"Penanganannya telah kami tangani segera dan semaksimal mungkin, dari jumlah kasus sebelumnya gizi buruk ini telah menurun dimana pada tahun sebelumnya jumlah kasus gizi buruk 2016 sebanyak 12 orang," ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa dari total temuan itu, 4 pasien sudah ditangani dan tidak karena masalah ekonomi keluarga melainkan karena adanya penyakit penyerta.

"Bukan karena masalah ekonomi, pasien mengidap penyakit gizi buruk, tapi mungkina adanya penyakit penyerta," ulasnya.

Ely juga mengimbau untuk mengantisipasi hal ini, agar masyarakat peduli memantau status gizi dan memeriksakan kesehatan dan kecukupan gizi anaknya ke Posyandu, Puskesmas, maupun rumah sakit terdekat.***

Berita Terkait

Parlemen

Dapat Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti dari Presiden, Kapolda Riau Disambut Antusias Personel dan Ratusan Masyarakat

Parlemen

Menjaga Harapan dari Hamparan Jagung, Bhabinkamtibmas Teluk Meranti Kawal Ketahanan Pangan

Parlemen

Empat Murid UPT SDN 024 Tarai Bangun Wakili Kampar Pada O2N Tingkat Provinsi Riau 2026

Parlemen

Bupati Afni Masuk Potret Ekspedisi 22 Sosok Reset Indonesia

Parlemen

Polda Riau Raih Penghargaan Tertinggi Nugraha Sakanti dari Presiden

Parlemen

Kasus Kematian Perempuan di Kandis Diusut Intensif, Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan