Cegah Beredarnya Permen Dot, Aparat Diminta Turun Lapangan

Harijal - Kamis, 09 Maret 2017 18:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/03/c17116032017_roemdianidewimm.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Roem Diani Dewi

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Terkait ditemukannya jajanan anak berbentuk permen dot diduga mengandung narkoba diminta segera dicegah. Jangan sampai jajanan serupa beredar di Pekanbaru ini. 

Pasalnya, saat ini permen dot yang diduga mengandung narkoba dikabarkan sedang marak diperjualbelikan di sejumlah sekolah dasar dan taman kanak-kanak (TK) di Kota Surabaya, bahkan guna memastikan perihal kasus itu, pemerintah Surabaya Jawa Timur bersama pihak terkait lainnya seperti pihak BPOM dikabarkan sedang melakukan penyelidikan.

"Ini harus segera diantisipasi, jangan sampai masuk ke daerah kita. Untuk itu aparat kepolisian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Disperindag untuk bergerak turun ke lapangan memastikan permen dot yang diduga mengandung narkoba tidak beredar di Pekanbaru, telusuri setiap pedagang maupun produsen," demikian disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Roem Diani Dewi saat dijumpai dikantornya.

Bahkan menurut Politisi PKS ini, jika kasus permen terindikasi mengandung narkoba ini benar adanya, pihak kepolisian diminta bisa bersikap tegas dan menegakkan aturan yang ada.

"Jika terbukti benar ada dan positif mengandung narkoba, kita minta pihak penegak hukum bisa bersikap tegas dan memberikan hukuman setimpal kepada pelaku tindak kejahatan baru ini, pasalnya mereka sudah berusaha merusak generasi bangsa dengan memasukkan zat-zat berbahaya ke dalam jajanan yang disasar oleh anak-anak," tegas Roem.

Lebih jauh Roem juga berharap, sebagai bentuk antisipasi, pihak pemerintah baik itu BPOM, Diskes dan pihak sekolah perlu bekerja sama melakukan sosialisasi kepada siswa tentang bahaya narkoba.

"Kita berharap para siswa diberi pemahaman tentang bahaya narkoba ini, apalagi jika dikemas dalam bentuk semenarik mungkin seperti dugaan permen dot mengandung narkoba itu, kan sangat susah sekali dikenali oleh masyarakat apalagi anak-anak, saya kira pihak sekolah juga berperan dan tidak boleh membiarkan pedagang berkeliaran di luar sekolah yang jajanananya belum terjamin kesehatan dan keamanannya," sebutnya.

Selain itu, kepada pihak masyarakat juga diharapkan lebih selektif lagi dalam membelikan jajanan untuk keluarga. "Jangan hanya dilihat dari kemasannya yang menarik saja, tetapi perhatikan semua aspek, mulai dari lebel halal, kadarluarsanya, komposisi, tertera atau tidak lebel BPOM dan segala macamnya, kalau tidak ada saya rasa nggak usah beli," pungkasnya.(eza/rec)

Berita Terkait

Parlemen

Karhutla Kerumutan Pelalawan Capai 969 Hektare, Tim Gabungan Terus Berjibaku

Parlemen

Kabut Asap Mengkhawatirkan, Manfaatkan SIGNAL untuk Bayar Pajak Kendaraan

Parlemen

Polda Riau Bongkar Sindikat Curanmor, 44 Unit Kendaraan Disita, 6 Orang Ditetapkan Tersangka

Parlemen

Polsek Teluk Meranti Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan, Imbau Warga Cegah Karhutla

Parlemen

Luar Biasa! Tim Sepakbola SDN 024 Tarai Bangun Sabet Juara I Tiga Naga Championship Antar SD Se-Riau

Parlemen

Syarat Beasiswa Pemko Pekanbaru 2027 Tambahkan Indikator Akreditasi Perguruan Tinggi