Syahrul Aidi Kecam Pengadangan UAS di Kutai Barat

Redaksi - Selasa, 07 Juli 2026 09:46 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/07/_2811_Syahrul-Aidi-Kecam-Pengadangan-UAS-di-Kutai-Barat.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Syahrul Aidi Maazat.(Foto: Ist)
kabarmelayu.com,JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Dr. Syahrul Aidi Maazat, mengecam tindakan penghadangan terhadap ulama kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) oleh sekelompok orang di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Dia menegaskan agar aparat melindungi aktifitas dakwah tokoh agama.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi saat UAS hendak melaksanakan agenda dakwah pada awal Juli 2026. Diketahui, kedatangan UAS di Kutai Barat sempat diwarnai aksi penolakan dan penghadangan oleh sejumlah pihak, bahkan sempat terjadi blokade terhadap rombongan dai tersebut sebelum akhirnya kegiatan dakwah tetap berlangsung.

Menanggapi hal tersebut, Syahrul Aidi Maazat menegaskan bahwa tindakan oknum yang menghalangi aktivitas dakwah merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan dalam negara yang menjunjung tinggi kebebasan beragama.

"Saya mengecam tindakan oknum yang melakukan penghadangan terhadap Ustadz Abdul Somad. Tidak ada alasan apapun untuk menghalangi kegiatan dakwah yang merupakan bagian dari syiar agama." kata Syahrul Aidi, Kamis (6/7/2026).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai toleransi tidak boleh tercoreng oleh tindakan-tindakan yang justru merusak harmoni antar umat beragama.

"Jangan sampai kejadian ini menjadi citra buruk dalam menjaga toleransi beragama serta aktivitas dakwah para tokoh agama di Indonesia," ujarnya.

Syahrul Aidi juga meminta aparat kepolisian untuk mengambil langkah yang bijak dan proaktif dalam menyikapi dinamika yang berkembang di masyarakat, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

"Saya meminta agar pihak keamanan dalam hal ini kepolisian bersikap bijak dan proaktif dalam menyikapi dinamika ini, serta melakukan pencegahan terhadap potensi kejadian yang sama ke depannya. Kita inginkan adanya perlindungan oleh aparat terhadap aktifitas tokoh agama dalam menjaga umat," tambahnya.

Ia menekankan bahwa negara harus hadir dalam menjamin kebebasan beribadah dan berdakwah, sekaligus menjaga ketertiban serta persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

Peristiwa penghadangan terhadap UAS ini pun menjadi sorotan publik dan memicu berbagai reaksi, terutama terkait pentingnya menjaga toleransi dan menghormati aktivitas keagamaan di Indonesia.

Meski sempat terjadi aksi penolakan, kegiatan Tabligh Akbar yang dihadiri Ustaz Abdul Somad tetap berlangsung sesuai rencana dengan pengamanan aparat.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Parlemen

PWI Kuansing Kembali Suarakan Aspirasi ke DPRD, Berharap Kantor Sendiri

Parlemen

Perlebar 3 Ruas Jalan Pekanbaru, Wako Agung Apresiasi dan Ucapkan Terimakasih Kepada Plt Gubri SF Hariyanto

Parlemen

Industri Harus Jadi Ekosistem Bisnis yang Berdampak Bagi Masyarakat Sekitar

Parlemen

BKSAP DPR RI Siap Berkolaborasi dengan Menlu Baru

Parlemen

700 Penerima Beasiswa BPDP Ikuti Pelatihan Bintalfisdis

Parlemen

Komisi VII DPR Sambut Baik Pembentukan PTM Indonesia