kabarmelayu.comPEKANBARU - Anggota
DPR RI Dapil Riau II Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (
PKS), Dr. Syahrul Aidi Maazat, menggelar silaturahmi bersama insan pers di Pekanbaru, Kamis (23/4/2026). Kegiatan berlangsung di Wareh Kupie Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru dengan dihadiri oleh tokoh-tokoh dan puluhan insan pers di Riau.
Dalam silaturahmi tersebut, tampak hadir Ketua PWI Riau, Raja Isyam Azwar, tokoh pers Riau yang juga mantan Ketua PWI Riau, Deni Kurnia, Ketua SPS Riau Syaidul Tombang, beberapa senior serta puluhan wartawan berbagai media.
Mengawali kegiatan, Dr. Syahrul Aidi memaparkan kondisi negara terkini, mulai dari pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kondisi global, perang antara Iran versus Amerika dan Israel yang turut memberikan pengaruh terhadap Indonesia.
Syahrul Aidi mengkritik program MBG yang menurutnya telah banyak salah sasaran. Program strategis dengan anggaran Rp355 Triliun yang sdlaksanakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) ini, ukup membuat miris. Bahwasanya, anggaran tersebut telah menguras anggaran yang lain, namun hasilnya masih jauh dari harapan serta tidak tepat sasaran.
Bagaimana tidak, ada sekolah dengan SPP bulanan Rp1 juta, namun tetap mendapat MBG.
"Secara prinsip, MBG ini baik, namun pelaksanaannya tak tepat sasaran," kata Syahrul Aidi.
Berkaitan dengan kondisi global, pascapecahnya perang antara Iran dengan Amerika dan Israel, Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RIini menyampaikan, bahwa Indonesia harus bersiap-siap. Indonesia masih aman jika kondisi global seperti saat ini tak lebih dari tiga bulan. Jika lebih, maka kondisi Indonesia diperkirakan akan memburuk.
Kajian di DPR, Syahrul Aidi menuturkan bahwa perang Iran versus Amerika dan Israel ini akan berlangsung lama. Pemerintah RI diingatkan untuk melakukan rasionalisasi dan prioritas pada kegiatan-kegiatan penting, melakukan efisiensi di seluruh kementerian dan juga daerah.
Dalam silaturahmi yang diisi dengan tanya jawab, terungkap pula kondisi kehidupan media yang kian memprihatinkan. Perusahaan media seolah kini sedang berada di tepi jurang. Hidup segan, mati tak mau.