Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional

Redaksi - Kamis, 19 Februari 2026 13:10 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/02/_4141_Kuba-Diembargo-AS--BKSAP-DPR-Desak-Kemenlu-Beri-Dukungan-Diplomatik-di-Forum-Internasional.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat menerima kunjungan Duta Besar Kuba untuk Indonesia, H.E. Dagmar Gonzalez.(Foto: iat)
kabarmelayu.comJAKARTA - Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI menerima kunjungan Duta Besar Kuba untuk Indonesia, H.E. Dagmar Gonzalez untuk membahas perkembangan situasi terkini di Kuba sekaligus memperkuat prospek hubungan bilateral kedua pihak.

Kunjungan Dubes Kuba tersebut disambut langsung oleh Ketua BKSAP DPR RI Dr. Syahrul Aidi Maazat pada Rabu (18/2/2026). Syahrul Aidi usai pertemuan menjelaskan, pertemuan ini digelar lantaran Duta Besar Kuba ingin menyampaikan kondisi yang tengah dialami Kuba akibat kebijakan embargo dari Amerika Serikat. Dampak kebijakan tersebut, ungkapnya, berpengaruh besar terhadap ketersediaan energi di Kuba.

"Tentu kondisinya sekarang Kuba tidak memiliki bahan bakar karena mereka hanya bisa memproduksi bahan bakarnya lebih kurang 30 persen" kata Syahrul Aidi.

Anggota Komisi I DPR RI ini menambahkan, saat ini Kuba hanya mampu memproduksi sekitar 30 persen kebutuhan minyak dan gas dari dalam negeri serta sekitar 10 persen dari energi terbarukan seperti tenaga surya. Selebihnya, terangnya, yakni sekitar 60 persen kebutuhan energi nasional sebelumnya dipenuhi melalui impor.

Ia pun menilai, krisis bahan bakar dapat berpengaruh pada operasional rumah sakit, distribusi logistik, hingga aktivitas ekonomi masyarakat. "Ini akan mengakibatkan orang sakit yang tidak tertolong, kemudian kebutuhan sehari-hari tidak akan terpenuhi. Mereka minta dukungan dari kita dalam bentuk keprihatinan kita," ujarnya.

Sebagai wujud kepedulian, mewakili BKSAP, Syahrul Aidi menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi yang tengah dihadapi rakyat Kuba. Ia pun akan berkoordinasi dan mendesak Kementerian Luar Negeri memberikan dukungan dari Indonesia, baik dalam bentuk dukungan moral, hubungan diplomatik, maupun penyampaian keprihatinan melalui forum-forum internasional.

Mengakhiri pernyataannya, BKSAP berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi dan membuka ruang komunikasi lebih lanjut dengan pihak Kuba dalam rangka memperkuat solidaritas antar kedua negara.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Parlemen

Jekson Sihombing Dipindah ke Nusakambangan Saat Proses Banding, Maizar: Sesuai Prosedur

Parlemen

Calya Tabrak Truk di Tol Permai, Dua Tewas

Parlemen

Laka Lantas di Tol Permai, Dua Orang Meninggal Dunia

Parlemen

Lampung Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027

Parlemen

Masih Dalam Proses Banding, Jekson Sihombing Dipindah ke Nusakambangan

Parlemen

Polisi Sahabat Anak: Polsek Kandis Tanamkan Tertib Lalu Lintas Sejak Dini