Pemerintah Diminta Tangkap Peluang Pelemahan Ekonomi Singapura

Redaksi - Rabu, 11 Februari 2026 20:37 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/02/_5078_Pemerintah-Diminta-Tangkap-Peluang-Pelemahan-Ekonomi-Singapura.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Anggota Komisi VII DPR RI dalam Kunjungan Spesifik ke Kota Batam.(Foto: Is)
kabarmelayu.comBATAM - Ekonomi Kota Batam akhir-akhir ini menggeliat kencang, setelah adanya pelemahan ekonomi Singapura. Kondisi ini disikapi dengan baik, dianggap sebagai peluang dan tantangan.

Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi VII DPR RI yang melakukan Kunjungan Spesifik ke Kota Batam pada Selasa dan Rabu (10-11/2/2026). Hadir saat kunjungan itu dari Pihak Kementerian Pariwisata BP Batam, BTP, Dinas Perindutrian Kota Batam beserta pihak terkait lainnya.

Hendry Munief mengatakan, Batam memiliki peran strategis sebagai kawasan perbatasan sekaligus pintu gerbang utamapariwisata internasional di wilayah barat Indonesia. Kedekatan geografis dengan Singapura, dukungan konektivitas transportasi lintas negara, serta status sebagai Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone) menjadikan Batam sebagai magnet utama wisatawan mancanegara, khususnyadari Singapura.

"Berdasar data BPS, kunjungan wisatawan mancanegara keBatam menunjukkan tren peningkatan yang sangat signifikan. Pada periode Januari–Agustus 2025, total kunjungan wisman mencapai lebih dari 1 juta orang, dengan sekitar 50–65% di antaranya berasal dari Singapura." terang Hendry Munief.

Banyaknya tingkat kunjungan ke Batam saat ini tidak terlepas dari melemahnya ekonomi Singapura saat ini. Ada tren baru Warga Singapura pada Sabtu-Minggu berbelanja kebutuhan sehari-hari di Batam. Hal ini disebabkan harga barang di Singapura yang sudah sangat tinggi.

"Efeknya saat ini adanya orientasi singkat, hanya satu atau dua hari, rata-rata lama tinggal wisatawan sekitar 1,86 hari. Pola ini menunjukkan karakteristik wisata singkat yang cenderung berorientasi pada aktivitas belanja(shopping tourism), bukan wisata berbasis pengalaman jangka panjang." terang Hendry Munief.

Fakta ini menegaskan bahwa Singapura bukan hanya pasar utama, tetapi juga faktor dominan dalam dinamika ekonomi Batam. Dari sisi ekonomi, tingginya arus wisatawan ini memberikan kontribusi positif terhadap sektor perhotelan, perdagangan, dan jasa. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel pada Agustus 2025 tercatat 53,82%, dengan

Fenomena pembelian barang dalam jumlah besar oleh wisatawan asing maupun perantara lintas batas—yang kerap disebut masyarakat sebagai "orang kapal" telah memicu kekhawatiran akan terganggunya distribusi barang bagimasyarakat Batam.

"Akibatnya, adanya indikasi tekanan harga barang di Batam saat ini. Memang persoalan kelangkaan bersifat spesifik, temporer, dan sangat bergantung pada komoditas tertentu, namun tetap berpotensi membesar jika tidakdikelola dengan baik. Dan kita minta pemerintah pusat tidak membiarkan ini berlarut-larut." tegas Hendry Munief.

Dia tidak memungkiri kondisi pelemahan ekonomi Singapura ini menjadi berkah bagi Kota Batam. Namun ketika peluang ini tidak ditangkap dengan baik, regulasi tidak diatur dengan baik maka ini cuma akan membawa persoalan baru di dalam negeri.

"Kondisi Singapura ini harus kita lihat ini sebagai peluang. Pemerintah mempersiapkan segala sesuatu agar Indonesia menjadi alternatif terbaik bagi masyarakat dan pengusaha yang selama ini ada di Singapura." terang Hendry Munief.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Parlemen

Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah

Parlemen

Hendry Munief Dorong Kolaborasi Pemerintah Pusat-Pemda Kembangkan Urban Tourism

Parlemen

Silaturahmi "Tali Berpilin Tiga" FKPMR, Hendry Munief Ajak Semua Elemen Bangun Riau

Parlemen

Komisi VII DPR Minta Pemerintah Kontrol Komersialisasi Air Bawah Tanah

Parlemen

Kunker ke Yonif 132/Bima Sakti, Anggota Komisi I DPR RI Dorong TNI Makin Dekat dengan Rakyat

Parlemen

Kejar Potensi Wisatawan dan Pelaku Industri ASEAN, Anggota Komisi VII DPR RI Dorong Percepatan Ro-Ro Dumai-Melaka