Evaluasi APBD Riau 2026 Tuntas, Pemprov Diminta Segera Realisasikan

Redaksi - Selasa, 20 Januari 2026 16:19 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/01/_7345_Evaluasi-APBD-Riau-2026-Tuntas--Pemprov-Diminta-Segera-Realisasikan.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Syamsuri Daris.(Foto: Ist)
PEKANBARU - Anggota DPRD Provinsi Riau Daerah Pemilihan (Dapil) Indragiri Hilir (Inhil), Samsuri Daris, mendorong Pemerintah Provinsi Riau agar segera merealisasikan belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026.

Langkah ini dinilai penting untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah yang hingga kini belum menunjukkan geliat signifikan.‎‎Samsuri menyampaikan, seluruh tahapan evaluasi APBD oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah selesai. Artinya, tidak ada lagi alasan bagi pemerintah daerah untuk menunda pelaksanaan program dan kegiatan yang telah direncanakan.‎‎"Evaluasi dari Kemendagri sudah rampung. Ini sedang proses akhir. Jika proses ini selesai, ini harusnya menjadi sinyal bagi Pemprov Riau untuk segera bergerak, APBD jangan dibiarkan mengendap terlalu lama," ujar Samsuri, Selasa (20/1/25). ‎‎Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih membutuhkan dorongan nyata dari pemerintah. Belanja APBD harus diposisikan sebagai katalisator yang mampu menggerakkan sektor-sektor produktif, mulai dari UMKM, jasa, hingga sektor riil di daerah.‎‎"Ekonomi kita belum sepenuhnya bergairah APBD adalah instrumen penting untuk mendorong perputaran uang di masyarakat kalau belanja pemerintah berjalan lebih cepat, dampaknya akan langsung dirasakan oleh pelaku usaha dan masyarakat bawah," tegasnya.‎‎Samsuri juga menyoroti kebiasaan lama yang kerap terjadi, yakni penyerapan APBD yang menumpuk di akhir tahun anggaran pola tersebut dinilai tidak efektif dan berpotensi menurunkan kualitas pelaksanaan program.‎‎"Kita harus menghilangkan kebiasaan memaksimalkan APBD di akhir tahun. Idealnya, belanja dilakukan sejak awal tahun agar manfaat pembangunan bisa dirasakan lebih merata dan berkelanjutan," katanya.‎‎Diketahui, Pemprov Riau telah menindaklanjuti hasil evaluasi Kemendagri dan mulai menyusun Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). APBD Provinsi Riau Tahun 2026 sendiri telah disahkan sebesar Rp8,321 triliun. ‎‎Ia berharap Pemprov Riau dapat melakukan percepatan lelang, penandatanganan kontrak, serta realisasi kegiatan sejak awal tahun 2026. Dengan demikian, APBD benar-benar menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Riau, khususnya di daerah-daerah.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Parlemen

T. Azwendi: Media Bukan Sekadar Mitra

Parlemen

PLN Didorong Perkuat Layanan Daerah Pesisir dan Kepulauan

Parlemen

Pergantian Pimpinan Fraksi Golkar DPRD Riau, Imustiar Gantikan Nalladia Ayu

Parlemen

Sekda Inhil Hadiri Paripurna ke-15 DPRD. Masa Persidangan VI Ditutup dan Persidangan VII Dibuka

Parlemen

Waka I DPRD Inhil Hadiri Sarasehan Kebangsaan MPR RI di Pekanbaru

Parlemen

Anggota Komisi II DPRD Inhil Hadiri Pawai Taaruf dan Pembukaan Stand Bazar MTQ ke-41 Kecamatan Enok