Komisi VII DPR RI Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia

Redaksi - Senin, 17 November 2025 20:11 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/11/_7336_Komisi-VII-DPR-RI-Dorong-UMKM-Pariwisata-Belajar-dari-Thailand--Vietnam--dan-Malaysia.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Hendry Munief saat RDP dengan Kementerian Pariwisata.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comJAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, menekankan pentingnya penguatan sektor UMKM pariwisata dan ekonomi kreatif.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Kerja dengan Menteri Pariwisata di Ruang Rapat Komisi VII DPR RI, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (17/11/2025),

Ia menilai sektor UMKM memiliki peran vital sebagai penggerak ekonomi nasional dan perlu mendapatkan perhatian yang lebih strategis di dalam program-program kementerian.

Dalam pemaparannya, Anggota DPR RI Fraksi PKS ini mengapresiasi data yang menunjukkan dominasi sektor usaha wisata di Indonesia, termasuk pertumbuhan signifikan dari tayangan film dan industri kreatif. Ia menyebut bahwa angka-angka tersebut harus menjadi perhatian serius untuk pengembangan kebijakan.

"Saya melihat dari pemaparan yang disampaikan, ada hal yang sangat jelas terlihat. Di sini ada angka 96,3 persen usaha pariwisata Indonesia. Yang kedua adalah pertumbuhan 40 persen pariwisata dari penayangan film industri kreatif," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa isu UMKM dan ekonomi kreatif sangat relevan dengan tugas Komisi VII. Namun demikian, Hendry menyoroti bahwa program-program unggulan yang disampaikan kementerian belum secara spesifik menampilkan agenda yang langsung menyentuh penguatan UMKM pariwisata. Menurutnya, celah tersebut perlu segera diisi dengan kebijakan yang lebih terarah.

"Terkait dengan program UMKM dan ekonomi kreatif secara spesifik, saya lihat belum terlihat," tegasnya.

Untuk memperkuat arah kebijakan, Hendry kemudian menyampaikan sejumlah rekomendasi berdasarkan praktik baik dari beberapa negara Asia dalam mengembangkan UMKM pariwisata. Ia mencontohkan Thailand yang berhasil mengembangkan model one stop service untuk mempermudah perizinan dan akses dokumen bagi pelaku UMKM.

"Thailand mengembangkan one stop service, di mana pemerintah menyediakan layanan terpadu untuk UMKM pariwisata, mempermudah perizinan dan akses berbagai dokumen. Saya pikir kita perlu ada layanan khusus seperti ini," jelasnya.

Ia juga menyoroti kebijakan Vietnam yang fokus pada integrasi digital serta pemberian insentif pajak untuk mendorong adopsi teknologi dan mengurangi beban finansial UMKM.

"Vietnam memberikan integrasi digital dan tarif pajak khusus bagi UMKM pariwisata. Ini mendorong adopsi teknologi sekaligus mengurangi beban finansial," tambahnya.

Selain itu, Hendry mengangkat contoh Malaysia yang dinilai sukses memperkuat pariwisata halal melalui sertifikasi halal yang dijalankan secara masif. Menurutnya, langkah tersebut terbukti menarik minat wisatawan Muslim dari berbagai negara.

"Malaysia menggalakkan sertifikasi halal secara masif untuk produk dan layanan pariwisata. Saya melihat sendiri di bandara Malaysia banyak wisatawan Muslim dari negara-negara Arab yang datang," ungkapnya.

Hendry juga mendorong adanya kebijakan pembiayaan, kemitraan, dan keberlanjutan bagi UMKM pariwisata, termasuk integrasi data dan skema pendanaan kolaboratif bagi desa wisata. Ia menilai perlunya sinergi antara APBN, APBD, dan CSR untuk memperkuat infrastruktur dan pengelolaan desa wisata.

"Perlu kita pikirkan dukungan pembiayaan, kemitraan, dan keberlanjutan untuk UMKM. Kita bisa kolaborasikan APBN, APBD, dan CSR untuk dana matching desa wisata, termasuk infrastruktur pengelolaan sampah dan manajemen desa wisata," ucapnya.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Parlemen

Samsuri Daris Reses di Kecamatan Reteh, Serap Aspirasi

Parlemen

Gandeng Big Tech Hingga Festival UMKM, PWI Fest 2026 Siap Digelar di Jakarta Desember Mendatang

Parlemen

Truk Batu Bara Bikin Jalan di Kuala Cinaku Makin Parah

Parlemen

Perjuangan Membuahkan Hasil, Perbaikan jalan dan Jembatan di Parit Landang Dilanjutkan ke Parit Tamrak

Parlemen

Hendry Munief Senam bersama DPC PKS Tuah Madani

Parlemen

Gelar Pelatihan Digital Marketing BMIWI Riau, Hendry Munief Dorong Penguatan Mindset Bisnis