PEKANBARU, kabarmelayu.com - Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Rabu (11/1/2017), menggelar rapat dengar pendapat (hearing) dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, membahas tentang banyaknya tumpukan sampah saat ini serta mendengar program kerja dari DLHK pada 2017 ini.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Roni Amriel SH mengatakan, yang perlu menjadi perhatian mendasar bagi Pemko Pekanbaru saat ini khususnya DLHK yang berkaitan dengan sumber daya masyarakat (SDM), seperti buruh kebersihan, serta armada yang baik dan peran serta masyarakat dibutuhkan saat ini.
"Dari jumlah 1.223 orang buruh kebersihan, jika ini tidak diperhatikan, mau kerja seperti apapun, maka sampah tidak akan terangkut. Armada harus siap pakai dan perawatan harus dilakukan secara berkala agar kendaraaan layak difungsikan, jika tidak dilakukan, maka akan timbul masalah. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk membuang sampah pada tempat dan waktunya," ujarnya.
Politikus Golkar ini juga menegaskan bahwa saat ini 100 persen masyarakat belum tahu akan jadwal jam pembuangan sampah. Peran semua pihak dibutuhkan saat ini.
"Saya yakin 100 persen masyarakat tidak mengetahui akan jam pembuangan sampah yang boleh dilakukan. Untuk itu, peran serta semua pihak mulai dari camat, lurah, RT dan RW harus dapat mensosialisasikan kepada masyarakat karena ada anggarannya," sebutnya.
Dia melihat, pada perinsipnya, DLHK Kota Pekanbaru ini, untuk mengatasi sampah tidak ada problem yang mendasar untuk memastikan Kota Pekanbaru bersih dari tumpukan sampah, tetapi hanya perlu dukungan mulai dari tenaga kerja, peralatan, dan dukungan dari tingkat kecamatan, kelurahan, RT, dan RW.
"Semua lini harus ikut berperan serta adalam mengatasi sampah. Kami yakin dan beri kesempatan kepada DLHK dengan anggaran sampah serta untuk pembayaran THL dan program kerja DLHK sebanyak Rp34 miliar ini sampah dapat diatasi, dan itu perlu dukungan semua pihak," tuturnya.
(riaupos.co)