Penyebab Kecelakaan, Pemerintah Diminta Hentikan Operasi Tambang Batu bara di Inhu

Redaksi - Senin, 03 Maret 2025 15:18 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/03/_12_Penyebab-Kecelakaan--Pemerintah-Diminta-Hentikan-Operasi-Tambang-Batu-bara-di-Inhu.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Anggota DPRD Riau Dapil Inhil Fraksi PKS, Samsuri Daris.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Aktivitas penambangan batu bara di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) membuat resah warga, khususnya para pengguna jalan. Kecelakaan lalu lintas sering terjadi antara warga pengguna jalan dengan armada pengangkut batubara dari lokasi penambangan menuju pelabuhan Kuala Cenaku.

Hal itu menjadi sorotan anggota DPRD Riau Dapil Inhil Fraksi PKS, Samsuri Daris. Saat ditemui di gedung DPRD Riau pada Senin (3/3/2025), dia menyebutkan sering menerima laporan dari warga Inhil yang terganggu karena aktivitas pengangkutan batu bara dari lokasi penambangan menuju lokasi pelabuhan Kuala Cenaku.

"Walau ini bukan dapil saya, tapi merugikan warga kita dari Inhil. Saya sering menerima laporan bahwa aktivitas pengangkutan batubara ini menyebabkan kecelakaan. Jalannya kecil, armada batu bara tidak mau mengalah sehingga warga sering terperosok jatuh. Ini bukan sekali dua kali, sudah sering," kata Samsuri Daris.

Untuk itu, dia meminta agar pemerintah baik pusat atau provinsi dan kabupaten untuk meninjau ulang aktivitas penambangan ini. Jika perlu hentikan dan cabut izinnya jika telah melanggar aturan yang berlaku.

Dia menegaskan, karena yang digunakan itu adalah jalan umum dan tidak memungkinkan dilalui oleh armada dengan bertonase tinggi, harusnya perusahaan membuat jalur pengangkutan sendiri, sehingga mereka bisa beraktivitas kapanpun tanpa menghalangi aktivitas warga.

"Jalur Rengat-Batang Cenaku itu jalannya sempit, itu daerah permukiman dan jalan umum. Sangat tidak cocok dilalui armada bertonase tinggi. Apalagi kita lihat ada juga muatan dan ukuran bak yang tidak sesuai spesifikasi standar pemerintah. Ini tentu makin mengkhawatirkan warga." tegas putra Kecamatan Keritang ini.

Samsuri Daris dalam hal ini mendorong agar investasi terus bertumbuh dengan baik tanpa merugikan warga dan daerah.

"Sudah banyak contoh badan usaha di Riau yang punya jalur khusus pengangkutan produknya. Ini patut kita apresiasi. Ini harus ditiru oleh perusahaan tersebut dan pemerintah harus mengawalnya. Kita dukung investasi berkelanjutan dan menguntungkan semua pihak." tutupnya.

Sejak tahun 2021 ratusan truk angkutan Batu bara melintasi jalan Negara dari lokasi eksploitasi di Kecamatan Peranap menuju stockpile di Kecamatan Batang Cenaku. Sepanjang itu pula kondisi jalan semakin rusak parah, terjadinya pencemaran lingkungan hingga lakalantas antara warga dengan truk angkutan batubara.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Parlemen

IKST Sentil Perusahaan di Tapung Raya, Jangan Hanya Raup Keuntungan, Jalan Rusak Harus Diperbaiki

Parlemen

Fraksi PKS DPRD Riau Dorong Pembahasan Perda LGBT Disegerakan

Parlemen

DPRD Riau Minta Pusat Kembalikan TKD Proporsional untuk Daerah Penghasil

Parlemen

DPRD Pekanbaru Apresiasi Rencana Pemprov, Dukung Pelebaran Jalan HR Subrantas

Parlemen

Jalan Kuala Cenaku-Rumbai Jaya Rusak Diduga Akibat Truk Batu Bara, DPRD Riau Bakal Panggil Pengusaha

Parlemen

PWI Kuansing Kembali Suarakan Aspirasi ke DPRD, Berharap Kantor Sendiri