SIAK SRI INDRAPURA, - Upaya Pemkab Siak untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan perekonomian masyarakat dengan diselenggarakannya sejumlah iven olahraga dibidang pariwisata, ternyata mendapat kecaman dari Fraksi Demokrat Kebangkitan Pembangunan Sejahtera (FDKPS), DPRD Kabupaten Siak.
Melalui juru bicara Syamsurizal, fraksi yang merupakan gabungan dari Partai Demokrat, PKB, PPP dan PKS itu menilai anggaran yang digunakan Pemkab Siak sebesar Rp7,6 miliar di tahun 2016 untuk menggelar iven-iven pariwisata dibidang olahraga itu hanya bersifat seremonial saja.
"Dana sebesar itu akan lebih bermanfaat, apabila digunakan untuk membangun sarana dan prasarana wisata baru, sehingga dapat meningkatkan PAD dengan banyaknya wisatawan yang datang ke Siak. Kalau iven-iven yang sudah dilakukan itu, hanya menghambur-hamburkan uang rakyat saja," kata Syamsurizal, pada sidang paripurna dengan agenda pandangan fraksi-fraksi terhadap nota keuangan RAPBD Kabupaten Siak tahun 2017 di Gedung DPRD Siak, Rabu (14/12/2016).
Pada kesempatan itu, Ketua Partai Demokrat Siak ini juga mempertanyakan berapa target kunjungan wisata dan PAD untuk tahun 2017 nanti, karena saat menyampaikan nota keuangan RAPBD beberapa waktu lalu tidak sebutkan.
"Ada dana Rp13,6 miliar yang akan dianggarkan untuk sektor pariwisata tahun 2017 nanti. Tentu harus jelas, berapa target yang akan dicapai," tegasnya.
Pantauan wartawan semua fraksi di DPRD Siak, kecuali Fraksi Golkar menyampaikan pandangannya terhadap nota keuangan RAPBD Siak tahun 2017 yang dibacakan Bupati Siak Drs H Syamsuar, M.Si, beberapa hari lalu. Namun, hanya Fraksi DKPS yang mengkritisi kebijakan Pemkab Siak, salah satunya terkait iven-iven olahraga yang bertujuan untuk mempromosikan Siak sebagai destinasi wisata di Provinsi Riau. Sementara, fraksi PDIP, Gerindra Plus, PAN Plus dan Hanura Nasional pandangan yang disampaikan bersifat normatif saja. ***
(goriau.com)