Gubri Diminta Serius Tangani Covid-19

Harijal - Senin, 03 Mei 2021 19:07 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/05/b45c6c052021_untitled3.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Anggota DPRD Riau, Sugianto

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Untuk menekan laju covid-19 di Provinsi Riau yang kini berada di posisi 3 tertinggi nasional, Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar, diminta mengambil langkah konkrit secara terukur, terstruktur dan manajemen.

"Diminta kepada Gubernur Riau dalam menangani covid 19 yang ada di provinsi Riau ini, bener-bener secara terukur, terstruktur, dimanajemen dengan baik. Yaitu dengan perencanaan dan aturan supaya Riau selamat dari covid", ucap anggota DPRD Riau, Sugianto saat ditemui, Senin (3/5/21).

Ia memaparkan, anggaran harus benar-benar dialokasikan untuk penanganan covid 19. Kedua, ketertiban/kesigapan para petugas, serta aturan jangan berubah berubah.

Sugianto mengatakan, sebagai daerah tertinggi terdampak pandemi covid-19 (peringkat 3 nasional, red), Gubri diminta betul-betul serius menangani termasuk dalam hal alokasi anggaran.

Sekretaris komisi II DPRD Riau itu mengatakan, selama ini penanganan covid-19 di masing-masing OPD di Provinsi Riau bagaikan kegiatan seremonial belaka.

"Jadi kalau ngomong penanganan secara keseluruhan di provinsi Riau di masing-masing OPD itu, sama seperti kegiatan seremonial. Tiap OPD itu anggaran covid-19. Tapi pelaksanaan di lapangan justru tidak tepat sasaran. Jadi makanya saya bilang tadi, harus ada keseriusan. Ada rencana konkrit yang jelas dan anggaran yang jelas", tegasnya.

Politisi asal fraksi PKB DPRD Riau itu menyebutkan, anggaran terbesar covid-19 adalah RSUD Arifin Achmad dan Dinas Kesehatan. Namun kedua instansi itu hanya menangani pasien, bukan untuk menangani pencegahan.

Mestinya kata Sugianto, untuk pencegahan ini harus dianggarkan dan ada petugasnya. Gunanya untuk memberikan himbauan kepada masyarakat dalam berbagai bentuk guna mencegah penyebaran covid-19.

Tak sampai disitu, Sugianto pun mempertanyakan antisipasi Pemprov Riau ketika pasien terdampak covid-19 meledak. Dikatakan ketika DKI Jakarta pasien covid-19 meledak, mereka sudah menyiapkan Wisma Atlet, Hotel, bukan cuma Rumah Sakit.

"Jadi mereka dengan serius menyiapkan tempat perawatan. Jadi kalau memang Pemprov Riau serius ada anggarannya disewa, jangan bilang semua penuh. Masyarakat kita mau ditolong pakai apa kalau tidak ada tempat rawat", tanya Sugianto. (fin)

Berita Terkait

Parlemen

Pimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Karhutla, Wabup Siak Dorong Perusahaan Ikut Jaga Lahan Sekitar

Parlemen

HUT Polwan Ke-78, Police Woman Goes To School Kunjungi UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota

Parlemen

Pelaku Industri Didorong Bantu UMKM dan Kembangkan Industri Halal

Parlemen

Pemko Pekanbaru Tingkatkan Status Siaga Karhutla Jadi Tanggap Darurat

Parlemen

Pokja Newsrom Jaga Desa SMSI, Manifestasi Kukuhkan NKRI

Parlemen

Karhutla Kerumutan Pelalawan Capai 969 Hektare, Tim Gabungan Terus Berjibaku