Inventarisir Persoalan, DPRD Riau Lakukan Pertemuan Dengan Kepsek

Harijal - Senin, 09 Maret 2020 21:05 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/03/31caf2032020_untitled18.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
fin/re

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan saat Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB), DPRD Riau melakukan pertemuan dengan 10 Kepala SMAN Pekanbaru, Senin (09/03/20).

"Sebelum memasuki fase PPDB kita mencoba mengiventarisir persoalan. Ini juga bagian dari dukungan kita dalam mewujudkan visi misi Gubernur", ujar ketua Komisi V DPRD Riau Eddy M. Yatim S.Sos MSi.

Ia mengatakan, pertemuan dengan 10 Kepala SMAN kota Pekanbaru ini merupakan langkah awal dalam menginventarisir persoalan sebelum rapat kerja dengan Dinas pendidikan (Disdik), untuk selanjutnya disampaikan ke  Gubernur.

Adapun akar persoalan selama ini sebut Eddy, diantaranya sarana dan prasarana, Pergub bagi siswa kurang mampu turunan dari Permendikbud, dan kurangnya sosialisasi PPDB.

Politisi Demokrat itu menerangkan, salah satu titik lemah PPDB dengan sistim zonasi yakni, tidak seimbangnya sarana pendidikan dengan jumlah siswa sekolah.

Ia mencontohkan di Kec. Tampan Pekanbaru. Disana jumlah penduduknya sangat padat. Sementara sarana pendidikan sangat terbatas. Alhasil, siswa pun tak bisa tertampung.

"Jadi usulan yang disampaikan tadi, harus ada penambahan RKB, Unit sekolah baru. Itu yanv diinginkan para Kepsek tadi", ucapnya.

Ia mencontohkan, salah satu sekolah misalnya daya tampungnya hanya 300 siswa. Sementara yang mendaftar mencapai 1000. Praktis dengan kuota terbatas itu, calon siswa tadi terbuang.

Eddy juga mengaku, sejauh ini pihaknya belum memperoleh data siswa lulusan SMP setiap tahun dari Disdik.

"Sebenarnya dari data itu, kita bisa  memperkirakan kebutuhan ruang kelas. Berapa banyak siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke SMAN dan SMA swasta. Ini yang belum ada darj Disdik", ucapnya.

Terkait adanya siswa tempatan yang terkesan malas bahkan sampai dijemput ke rumahnya oleh pihak sekolah dengan sistim zonasi, Eddy mengatakan, hal tersebut menjadi bahan masukan bagi dewan.

Tampak hadir pada kesempatan itu anggota komisi V DPRD Riau Hj. Mira Roja, Kasir ST, Sulastri S.Sos MH, dr. Hj Arnita Sari, Ade Rahmat, Muhamad Aulia. (fin) 

Berita Terkait

Parlemen

Mulai Hari Ini Akses Masuk Tol Pekanbaru Dialihkan ke Pintu Bypass

Parlemen

Pimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Karhutla, Wabup Siak Dorong Perusahaan Ikut Jaga Lahan Sekitar

Parlemen

HUT Polwan Ke-78, Police Woman Goes To School Kunjungi UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota

Parlemen

Pelaku Industri Didorong Bantu UMKM dan Kembangkan Industri Halal

Parlemen

Pemko Pekanbaru Tingkatkan Status Siaga Karhutla Jadi Tanggap Darurat

Parlemen

Pokja Newsrom Jaga Desa SMSI, Manifestasi Kukuhkan NKRI