Bedah Film Dirty Votes untuk Kawal Pemilu Jurdil

Harijal - Rabu, 14 Februari 2024 11:38 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2024/02/d65c9f022024_untitled1.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Arief Tito

“Saya nggak risau, saya punya material yang saya butuhkan untuk defense yaitu data yang solid dan kredibel, barisan orang-orang yang punya integritas dan bukan partisan. Tiga hal itu yang membuat saya confidence, saya tidak mau ada satu orang pun yang berperan dalam film pun berafiliasi dengan 01, 02, atau 03.” 

Hal tersebut disampaikan Dhandy Laksonso Sutradara Dirty Votes dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Universitas Paramadina dan LP3ES dengan tema “Bedah Film Dirty Votes Untuk Kawal Pemilu Jurdil” dan dilakukan secara daring, Selasa (13/2/2024) dan dimoderatori oleh Swary Utami Dewi.

Dandhy mengungkapkan latar belakang pembuatan film ini dikarenakan merasa resah dan gelisah dengan perkembangan pemberitaan belakangan ini.  Adapun proses sampai dengan terbentuknya tim kurang dari 24 jam, dan film mulai digarap sekitar akhir bulan Januari. Semuanya dilakukan dalam hitungan hari, dengan kontribusi yang mereka punya.

“Kami itu tidak membincangkan paslon manapun, yang kami bincangkan adalah yang memiliki kekuasaan” tegas Bivitri Susanti Akademisi Protagonis Dirty Votes.

Bivitri memaparkan bahwa tujuan pembuatan film Dirty Votes bukan untuk mempengaruhi perubahan pilihan, pesan terpentingnya adalah bahwa kekuasaan itu benar-benar dapat terlihat dari kepala pemerintahan, kepala negara sebuah negara presidensiil yang jika disalahgunakan dapat sangat memberikan dampak.

“Seharusnya ada ruang untuk berpikir tentang demokrasi kita secara luas, kita tidak diberikan itu. Hukum sering dijadkan tameng bagi politikus yang tidak beretika. Partisipasi politik tak hanya 5 tahun sekali, partisipasi politik ini harus digunakan secara terus menerus dan harus kritis” kata Bivitri.

Selanjutnya Nur Hidayat Sardini, Ketua Bawaslu Pertama RI melihat film Dirty Votes mengungkapkan adanya deinstitusionalisasi demokrasi kita. Dimana film ini merupakan pelembagaan keresahan politik, film ini mampu menjadi kapiler dari seluruh persoalan dan semua orang yang merasa peduli dengan demokrasi merasa tersalurkan karena film Dirty Votes.

“Saya sedang resah, karena teman-teman di Bawaslu selalu berpikir normatif. Syarat untuk menjadi pengawas pemilu itu tidak saja kapasitas dan integritas, tetapi juga nyali” tegas Hidayat.

Wijayanto, Direktur Pusat Media dan Demokrasi LP3ES mengungkapkan bahwa dalam setiap gerakan masyarakat sipil selalu diikuti dengan represi digital dan propaganda meng-counter-nya.

“Dirty Votes efektif karena berhasil di tonton 15juta kali, dan masih terus bertambah. Tetapi efektivitasnya akan makin besar jika juga diiringi dengan strategi utk menangkis berbagai pelintiran yang berusaha utk melakukan berbagai stigmatisasi atasnya seperti fitnah, kebohongan dan seterusnya.” Kata Wijayanto.

Selama 5 tahun terakhir lanjut Wija, Indonesia telah berada pada kemunduran demokrasi dan otoritarianisme. “Mengutip  Samuel Huntington  bahwa di setiap negara yang melakukan transisi demokrasi pada akhirnya akan semakin menjadi demokratis atau malah menuju otoriter. Sehingga hal tersebut membutuhkan perjuangan bersama. Kita dapat menyelamatkan demokrasi dengan cara menggunakan power dalam hal ini adalah pemilu” tegas Wijayanto.(rif)

Berita Terkait

Opini

Penyelundupan 652 iPhone Ilegal via Pelabuhan Bengkalis Digagalkan

Opini

DK PWI Pusat Desak Riau Pos Grup Bayar Hak Eks Karyawan

Opini

Polri untuk Masyarakat, Kapolda Riau Tinjau Jembatan Merah Putih di Dumai

Opini

Pastikan Keamanan Stok Beras, Menko Polkam Tinjau Gudang Bulog di Sumut

Opini

Bhabinkamtibmas Polsek Kandis dan Petani Antisipasi Dampak Musim Demi Menjaga Produksi Jagung

Opini

Menjelajahi Sisi Lain Indonesia Jadi Tren Baru Liburan Musim Panas Wisatawan Asing