Ahsan/Hendra Menang, Indonesia Juarai Denmark Open 2019

Harijal - Sabtu, 19 Oktober 2019 22:02 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/10/5f155d102019_untitled6.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Photo : PBSI
BWF World Tour.

Salah satu gelar juara BWF World Tour Super 750, Denmark Open 2019, akhirnya dipastikan jatuh ke tangan Indonesia untuk yang kedua kali secara beruntun.

Indonesia dipastikan telah menjuarai ganda putra turnamen berhadiah total 775.000 Dolar Amerika Serikat setelah sang Juara Dunia 2019, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menciptakan terjadinya all Indonesian finals.

Mereka lolos ke final untuk menghadapi Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang telah lebih dahulu lolos ke partai puncak usai mengalahkan duo Taiwan, Lu Chin Yao/Yang Po Han.

The Daddies menyegel gelar juara ganda putra setelah di semifinal menghancurkan ganda putra Jepang pemegang ranking 4 dunia, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda.

Jalannnya pertandingan semifinal itu sangat sengit, di game pertama Takeshi/Keigo langsung saja menekan Juara Dunia 2019, Ahsan/Hendra. Mereka menggempur The Daddies dengan serangan bola-bola pendek cepat di depan net. Alhasil sejak awal mereka sudah mampu unggul angka 5-2 dari Ahsan/Hendra.

Bahkan di jeda pertengahan game mereka masih mampu mendominasi perolehan poin dan mempertahankan keunggulan dengan skor 11-10.

Namun, usai jeda situasi dan kondisi pertandingan berubah drastis apalagi setelah penguasa ranking 2 dunia menyamakan angka dan berbalik unggul 11-12. Keunggulan Ahsan/Hendra juga tak lama, Takeshi/Keigo bisa menyamakan angka pada kedudukan 14-14.

Malah saat memasuki waktu krusial mereka berbalik unggul 16-14. Tapi, Ahsan/Hendra juga tak butuh waktu lama untuk kembali mengimbangkan angka 16-16.

Mendekati pengujung game Takeshi/Kegio lagi-lagi unggul 19-18. Di detik-detik akhir game Ahsan/Hendra mulai memperlihatkan keahlian mereka dalam menyalip angka, terbukti 3 angka beruntu diraihnya untuk berbalik unggul dan merebut kemenangan dengan poin dramatis dan tipis 19-21.

Kekalahan dramatis di game pertama membuat ganda Jepang itu meradang, di game kedua mereka langsung menerjang pertahanan Ahsan/Hendra. Di awal game dalam waktu cepat mereka bisa unggul jauh 7-2 dari Ahsan/Hendra.

Bahkan saat jeda pertengahan game mereka masih bisa mempertahankan keunggulan pada kedudukan 11-8. Selepas jeda perolehan angka semakin melebar saja, Ahsan/Hendra tertinggal jauh 6 angka pada kedudukan 15-9.

Yang paling menegangkan mendekati akhir game Ahsan/Hendra masih tertinggal poin 19-14. Meski begitu,  Ahsan/Hendra masih terus berusaha  mengejar angka. Satu persatu angka diraih. Namun akhirnya di menit 33 Takeshi/Keigo menutup laga dengan kemenangan tipis 21-19. Laga pun harus dituntaskan melalui game tambahan.

Di game terakhir alias pamungkas, Ahsan/Hendra tampil berbeda dari dua game sebelumnya, kini mereka yang menggempur Takeshi/Keigo, terbukti dalam waktu singka di awal game bapak-bapak beranak dua itu mampu unggul cepat 1-3.

Kali ini Takeshi/Keigo terlihat sangat tegang, poin pun semakin sulit dihasilkan dengan cepat mendekati pertengahan game mereka tercecer pada kedudukan 3-6. Dan kali ini Ahsan/Hendra yang menguasai papan skor saat waktu jeda dengan poin 6-11.

Setelah jeda Takeshi/Keigo berusaha lepas dari cengkraman permainan cepat Ahsan/Hendra. Sayangnya itu tak mudah, apalagi Ahsan/Hendra dalam kondisi prima. Alih-alih mengejar angka, mereka malah semakin tertinggal angka jauh dari Ahsan/Hendra pada skor 8-14.

Ahsan/Hendra semakin tak terbendung saja, apalagi saat di menit 44 unggul jauh pada angka 10-17. Tampak  Takeshi/Keigo berusaha menenangkan diri dan berusaha mencari celah kelemahan The Daddies.

Sayang semua sudah terlambat, Ahsan/Hendra sudah unggul jauh dan berada di depan gerbang kemenangan dengan keunggulan angka 11-19. Dan akhirnya Takeshi/Keigo dipaksa angkat kaki dari Denmark Open di menit 51 dengan angka telak 15-21.

Ini merupakan all Indonesian finals kelima yang melibatkan Ahsan/Hendra dengan The Minions, sebelumnya mereka bertemu di final China Open 2019, Japan Open 2019, Indonesia Open 2019, dan Indonesia Masters 2019.

(viva.co.id)

Berita Terkait

Sport

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Sport

Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan

Sport

Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras

Sport

Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan

Sport

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Sport

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru