Gadis Desa yang Gemar Panjat Pohon Sabet Medali Emas Asian Games 2018

Harijal - Jumat, 24 Agustus 2018 03:34 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/08/43f2d3082018_0000aajulukan_spiderwoman_diberikan_169.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
istimewa
Julukan Spiderwoman diberikan netizen Indonesia setelah Aries Susanti Rahayu meraih medali emas.

Aries Susanti Rahayu menambah perolehan medali emas bagi kontingan Indonesia di Asian Games 2018. Berikut profil singkat Aries Susanti Rahayu. 

Perolehan medali emas kontingen Indonesia akhirnya mencapai setengah dari medali yang ditargetkan oleh pemerintah pada pesta olahraga Asian Games 2018. Indonesia kini sudah meraih 8 medali emas.

1 medali emas tambahan didapat dari cabor panjat tebing. Adalah Aries Susanti Rahayu yang berhasil menyabet medali emas dari nomor Women’s Speed. 

Aries Susanti Rahayu berhasil mengungguli rekannya, Puji Lestari dalam partai final yang digelar di Jakabaring Sport City, Palembang. Usai kemenangan itu, gadis berhijab ini mengungkapkan perasaannya. 

"Yang pasti alhamdulillah tadi. Apalagi orang tua saya selalu yakin dan turut mendukung. Namun paling penting adalah tadi saya dapat mengontrol diri sendiri," ujar Aries Susanti Rahayu pasca bertanding, Kamis (23/08/18).

Sebelum Aries Susanti Rahayu memenangkan medali emas Asian Games 2018, ada sepenggal kisahnya dari seorang gadis desa hingga dijuluki ‘Spiderwoman’.

Profil Singkat

Aries Susanti Rahayu dilahirkan pada 21 Maret 1995 dan kini berusia 23 tahun. Aries dilahirkan di Desa Taruman, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. 

Ia mulai menggeluti panjat tebing ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Guru olahraga di sekolahnya adalah yang pertama kali mengenalkan olahraga panjat tebing.

Karena memang Ayu, sapaan akrabnya, punya hobi memanjat pohon. Kegemarannya panjat pohon seringkali membuat khawatir kedua orang tuanya karena takut anak perempuannya jatuh.  

Dan sejak sejak mengenal olahraga panjat tebing, ia tak bisa lepas dari olahraga yang cenderung identik dengan olahraga laki-laki. Bahkan, Ayu rela meninggalkan kuliahnya di Jurusan Manajemen, Universitas Muhammadiyah Semarang. 

Meski begitu, Ayu berharap bahwa ia bisa melanjutkan kuliahnya seusai Asian Games 2018.

Sebelum Ayu berkutat dengan pelatnas dan pertandingan di Asian Games 2018, Ayu sudah terlebih dahulu membuat harum nama Indonesia di kancah panjat tebing dunia.

Pada tahun 2017 lalu misalnya, Ayu mendapat medali perunggu di Kejuaraan Panjat Tebing Asia 2017 Tehran di nomor speed. Selanjutnya pada Seri Kejuaraan Dunia 2017 di Wujiang, China, Ayu mendapat peringkat ke-4. 

Berikutnya pada Seri Kejuaraan Dunia 2017 di Xiamen, China, Ayu meraih medali perak. 

Dan pada puncaknya adalah di tahun 2018. Ayu meraih peringkat 4 pada Seri Kejuaraan Dunia di Moscow, Rusia. 

Tak lama berselang, Ayu meraih medali perak pada Seri Kejuaraan Dunia 2018 di Tai’an, China. Lalu, saat bertanding pada Seri Kejuaraan Dunia 2018 di Chongqing, China, nama Ayu semakin melambung.

Saat itulah, Ayu meraih medali emas dengan mengalahkan atlet Rusia, Elena Timofeeva. Ayu berhasil menorehkan catatan waktu 7,51 detik sedangkan Elena hanya mencatatkan waktu 9,01 detik.

Dari situlah asal mulai julukan ‘Spiderwoman’ diberikan kepada Aries Susanti Rahayu. Usai memenangkan Kejuaraan Dunia, Ayu lalu fokus menghadapi Asian Games 2018 dan tetap latihan meski sedang berpuasa. 

Hasilnya tak sia-sia, Aries ‘Spiderwoman’ Susanti Rahayu berhasil memenangkan medali emas Asian Games 2018 sekaligus membuat lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang untuk ke-8 kalinya. 

(indosport.com)

Berita Terkait

Sport

Kapolres Pelalawan Pimpin Anev Penanggulangan Bencana Karhutla di Kerumutan

Sport

Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Keluhkan Jalan Poros Dusun 4 Portal Kecamatan XIII Koto Kampar yang Rusak Parah

Sport

Berjibaku Melawan Karhutla di Kerumutan, Tim Gabungan Bangun Embung, Penyekatan dan Water Bombing

Sport

Luruskan Informasi, Pengawas dan Tim Ahli Koperasi JMB Tegaskan Pertemuan di Kantor Camat Adalah Rapat Koordinasi

Sport

Siak Zero Firespot, Bupati Afni Kerahkan Forkopimda hingga PKK Cegah Karhutla

Sport

KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab Serahkan Reflector Jalan untuk Tingkatkan Keselamatan Pengendara di Desa Senama Nenek