Taufik Siap Jadi Mata dan Telinga Pelaku Olahraga

Harijal - Jumat, 11 November 2016 17:10 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/11/37d64e112016_taufikhidayat.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
goriau.com
Taufik Hidayat

JAKARTA, kabarmelayu.com - Staf khusus Menpora bidang komunikasi dan kemitraan Kemenpora Taufik Hidayat menyoroti masalah pembangunan venus Asian Games 2018 yang selalu dibahas. Baginya, tidak ada gunanya pembangunan venue yang mewah dan megah tanpa diimbangi dengan prestsi atlitnya.

"Sejak saya dipercaya oleh Menpora Imam Nahrawi menjadi stafsus, saya sering mendengar dan menghadiri rapat menjelang Asian Games hanya seputar infrastruktur, padahal jika bangunan banyak namun prestasi tidak ada percuma. Jadi, persiapan atlet juga patut diperhatikab," kata Taufik Hidayat pada acara ramah tamah dan sosialisasi bersama (Siwo PWI) di lantai 2 hotel Blue Sky, Petamburan, Jakarta, Jumat (11/11/2016).

Melihat kondisi itu, Taufik bertekad untuk menjadi mata dan telinga bagi para pelaku olahraga, terutama atlet. Dia juga siap menampung kritik dan saran dari berbagai pihak termasuk media.

"Boleh kritik asal kritik tersebut sifatnya membangun dan ada solusi yang menyertainya," ujar peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 itu.

Untuk merealisasikan misinya, Taufik akan membentuk tim kajian, mengumpulkan data dan informasi, serta membuat rekomendasi.

Peraih medali emas Olimpiade Athena cabang bulutangkis Taufik Hidayat yang didampingi pengamat olahraga Broto Heppi dan Wartawan Senior Bola Dede mengatakan, dirinya bersama timnya persiapan multievent Asian Games yang menitikberatkan pada bidikan target, sedianya bermuara pada atlet yang perlu dipantau secara kontinue.

"Untuk itu, dirinya siap membahas persiapan atlet disetiap rakor bersama kementrian terkait, bukan hanya pembangunan venue yang menelan biaya yang cukup fantastis," ucap pria yang lahir di Pengalengan, Bandung, Jawa Barat 10 Agustus 1981 ini.

Menyinggung kepengurusan cabang olahraga yang masih kisruh, mantan chef de mission kontingen Indonesia ke Sea Games 2015 Singapura, menjelaskan, untuk tidak merugikan atlet yang jadi korban, dirinya akan memanggil atlet dari kubu yang dualisme, jika solusi itu tidak juga dilaksanakan maka cabang tersebut tidak akan diberangkatkan ke berbagai iven. ***    

 

(goriau.com)

Berita Terkait

Sport

Bupati Herman Pimpin Upacara Peringatan Hardiknas 2026

Sport

Selain Meta, Anggota DPR Hendry Munief Minta Kemenekraf Gandeng Aplikator lainnya

Sport

Perampokan Berujung Pembunuhan Sadis, Polisi Ungkap Motif Kematian Lansia yang Viral di Pekanbaru

Sport

Hardiknas 2026, Kepala UPT SDN 019 Pandau Jaya Tekankan 3M untuk Kemajuan Pendidikan

Sport

UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Gelar Upacara Hardiknas 2026

Sport

Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah