JAKARTA - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) berulang tahun ke-90 pada hari ini, Minggu (19/4/2020). Organisasi yang digagas oleh Ir. Soeratin Sosrosoegondo pada 90 tahun silam di Yogyakarta itu telah melalui banyak hal hingga sekarang.
PSSI didirikan sebagai salah satu bentuk perlawanan terhadap penjajahan Belanda. Di dalam PSSI tergabung organisasi-organisasi sepakbola yang mayoritas dihuni pribumi. Sekira tiga tahun sebelum PSSI berdiri, Belanda telah memiliki Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) yang merupakan organisasi sepakbola Hindia Belanda. NIVB kemudian berganti nama Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) pada 1929.
Selain keberadaan PSSI dan NIVU, pada medio 1930-an ada juga organisasi sepakbola Tionghoa yang diberi nama Hwa Nan Voetbal Bond (HNVB). Ketika itu, sepakbola di Tanah Air mulai menggeliat dengan adanya tiga organisasi sepakbola besar berdasarkan suku bangsa tersebut.
Pada 1938, Indonesia lolos ke Piala Dunia dan itu menciptakan ketegangan antara NIVU dengan PSSI. Soeratin sebagai ketua umun pertama mau pemain di bawah naungan PSSI yang dikirim ke Piala Dunia 1938, tetapi itu tidak terwujud. Para pemain yang dikirim ke Piala Dunia 1938, ada di bawah naungan NIVU yang diakui FIFA. Indonesia pun jadi negara Asia pertama yang tampil di Piala Dunia pada 1938, tetapi dengan nama Hindia Belanda.
Saat Jepang masuk menggantikan Belanda untuk menjajah Indonesia pada 1942, sepakbola Tanah Air mengalami mati suri. Setiap organisasi sepakbola masuk ke Tai Iku Koi bentukan Jepang yang lebih berfokus pada senam. Setelah Indonesia merdeka pada 1945, sepakbola perlahan-lahan mulai bergeliat lagi.
(Timnas Indonesia U-16 juara Piala AFF U-16 2018)
PSSI bergabung ke FIFA (Federasi Sepakbola Dunia) pada 1952 dan dua tahun setelahnya menjadi anggota AFC (Federasi Sepakbola Asia). Sejauh ini berkat bantuan dari PSSI, sejumlah pencapaian dicetak prestasi Tim Nasional Indonesia di segala kelompok umur.
Tercatat, Timnas Indonesia pernah dua kali merebut medali emas SEA Games (1987 dan 1991), meraih medali perunggu Asian Games 1958 Jepang dan tercatat empat kali menembus putaran final Piala Asia. Tentu yang paling istimewa adalah keberhasilan lolos ke perempatfinal Olimpiade Melbourne 1956. Bahkan saat itu di fase grup, Maelwi Saelan dan kawan-kawan menahan raksasa sepakbola dunia saat itu, Uni Soviet, dengan skor 0-0!
Sementara di level junior, Tim Nasional Indonesia pernah menjadi yang terbaik di Piala AFF U-19 (2013) dan U-16 (2018). Sekarang harapannya, prestasi persepakbolaan Tanah Air semakin maju di bawah arahan ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan.
(okezone.com)