Jokowi Kesal RI Tak Ada Kilang 30 Tahun, Ini Kata Pertamina

Harijal - Rabu, 11 Desember 2019 19:06 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/12/4aaba5122019_untitled5.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(CNBC Indonesia/Gustidha Budiarti)
Foto: Kilang Minyak Cilacap. Kilang Cilacap merupakan kilang minyak terbesar di Indonesia dengan kapasitas mencapai 348 ribu barel/hari atau 33,4% dari total kapasitas kilang nasional.

JAKARTA - Pembangunan kilang yang mangkrak selama 24 tahun terakhir atau hampir 30 tahun kembali disinggung oleh Presiden Joko Widodo. Jokowi gemas bukan main dan bertanya-tanya apa sebab susah sekali pabrik pengolahan minyak ini dibangun.

Di awal Desember 2019 ini, Jokowi sudah dua kali mengungkapkan kekesalannya soal kilang minyak yang tak kunjung dibangun.

Maklum, pada janji kampanye-nya pada 2014 dulu, kilang minyak memang menjadi salah satu target Jokowi. Tujuannya, untuk menekan impor minyak sehingga neraca perdagangan bisa ditekan. Masalah neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) menjadi sorotan Jokowi.

"Kenapa 30 tahun lebih kita tidak bangun satu kilang pun, padahal kilang ini ada produk turunannya. Masak sih kita masih impor terus. Ini ada apa? Ini gede banget kalau kita bisa membangun kilang," tutur Jokowi di Istana Negara pada 2 Desember 2019 lalu.

Vice President Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman mengatakan untuk proyek-proyek kilang sampai saat ini masih berjalan sesuai track. Meskipun untuk 30 tahun belakangan masalahnya sulit ditelusuri, tapi Fajriyah memastikan selama kepemimpinan baru ini proyek tetap jalan.

"Yang jelas di mana kepemimpinan Pertamina saat ini sudah jalan," kata Fajriyah, Rabu (11/12/2019).

Ia memaparkan misalnya untuk RDMP Balikpapan, sudah mulai konstruksi sejak Februari 2019. "Sekarang peralatan utama dan long lead item sudah dilakukan pengadaan dan sebagian sudah di lokasi."

Sementara untuk proyek Langit Biru Cilacap di Kilang Cilacap sudah mulai sejak Juli 2019, di mana produksi Pertamax bisa ditingkatkan untuk kurangi impor produk. "Untuk Cilacap penyiapan lahan juga sudah mulai dilakukan, ground breaking akan segera dilaksanakan."

Untuk proyek kilang Tuban, menurutnya sudah dilakukan konstruksi fasilitas pendukung dan persiapan lahan termasuk untuk restorasi. "RDMP Balongan juga sudah awarding kontrak dual feed competition, sehingga bisa hemat waktu 14 bulan."

(cnbcindonesia.com)

Berita Terkait

Nusantara

PLN Tembilahan Belum Tuntaskan Kabel Semrawut

Nusantara

9 Perusahaan Siap Perbaiki 6,44 Kilometer Jalan Simpang KITB-Sungai Rawa

Nusantara

Agung Nugroho Senang Anak-anak Kembali Sekolah

Nusantara

Karhutla Riau Mulai Terkendali

Nusantara

Sekda Inhil Hadiri Paripurna ke-15 DPRD. Masa Persidangan VI Ditutup dan Persidangan VII Dibuka

Nusantara

Gerebek Pengedar Narkoba, Polresta Pekanbaru Sita 31 Catridge Etomidate dan 40 Pil Ekstasi