Cuma Satu Karangan Bunga Sambut Ahok di Kantor Pertamina

Harijal - Senin, 25 November 2019 14:01 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/11/c9c8d4112019_untitled7.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(CNN Indonesia/Aria Ananda).
Satu karangan bunga menyambut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Komisaris Utama Pertamina pada Senin (25/11).

JAKARTA - Satu karangan bunga menyambut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Bunga itu berdiri di samping pintu masuk di antara gedung-gedung pencakar langit di kawasan kantor Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur.

"Selamat dan sukses atas terpilihnya Bapak Ir Basuki Tjahaja Purnama MM, selaku Komisaris Utama Pertamina," demikian tulis pengirim bunga, Petrus Tjokro beserta keluarganya.

Tak berselang lama, usai RUPS di Kementerian BUMN, Ahok tiba di kantor barunya di Gedung Perwira 4 di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat. Ia tiba didampingi ajudannya dan turun dari mobil hitam berpelat B 1171 BH.

Berbatik cokelat lengan panjang dan senyum khas semringahnya, ia langsung memasuki area gedung. Ia masuk tanpa menjawab pertanyaan yang dilontarkan para wartawan yang telah menunggunya.

Satu karangan bunga menyambut Ahok di hari pertamanya sebagai Komisaris Utama Pertamina. (CNN Indonesia/Aria Ananda).

Kabar Ahok duduk di kursi petinggi Pertamina santer terdengar sejak pekan lalu. Penolakan demi penolakan datang, mulai dari Serikat Pekerja Pertamina itu sendiri, politisi, hingga Persaudaraan Alumni (PA) 212, kelompok yang menggiring Ahok mendekam di penjara karena selip lidah atas surah Al Maidah 51.

Ahok memang kontroversial. Beritanya selalu mengundang pro dan kontra. Sebagian masyarakat menolak lantaran karakter dan sikapnya dinilai keras dan kurang santun. Sebagian lain mendukungnya karena dianggap membawa perubahan pada era kepemimpinannya sebagai gubernur DKI Jakarta.

Tak berselang lama, Ahok keluar dari gedung. Ia mengaku bertemu dengan eks komisaris utama Pertamina, Tanri Abeng. "Saya diajak (bicara dengan) pak Tanri Abeng. Saya kan sama anaknya Tanri Abeng dulu sama-sama di DPR. Saya punya hubungan baik, beliau ngajarin saya lah. Dia kan guru hebat," tutur mantan bupati Belitung Timur.

Selain berbincang, Ahok mengatakan Tanri telah memberikan berkas yang nantinya akan ia pelajari lebih lanjut terkait pengelolaan bisnis Pertamina. "Dia kasih saya berkas, (untuk) saya pelajari," jelasnya.

Ahok menjelaskan seremonial serah terima jabatan pengangkatan dirinya sebagai komisaris utama akan diadakan pekan depan. "Secara seremonial baru serah terima minggu depan lah," katanya singkat.

Namun, Ahok enggan membicarakan perasaannya setelah secara resmi menjabat Komisaris Utama Pertamina. Tanpa bicara sepatah kata, Ahok terburu-buru masuk ke dalam mobilnya, dan melambaikan tangan.

(cnnindonesia.com)

Berita Terkait

Nusantara

Wakapolda Riau Kunjungi Inhil, Wabup Yuliantini Tekankan Kolaborasi dan Penghijauan

Nusantara

Pramuka Kwarcab 04.02 Ikuti Kegiatan KKRI di Makodim 0314/Inhil

Nusantara

Polda Riau Kerahkan Tim RAGA dan Brimob Jaga Keamanan Masyarakat saat Pemadaman Listrik

Nusantara

Raih Juara 2, Koramil 05/RM Turut Meriahkan Futsal Cup 2026 Polsek Rimba Melintang

Nusantara

Pemkab Inhil Gelar Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026

Nusantara

Susuri Pesisir Siak, Afni Bawa Seragam Gratis dan Pesan tentang Masa Depan