Moeldoko Usul 1 Keluarga Pelihara Ayam untuk Atasi Stunting

Harijal - Jumat, 15 November 2019 20:16 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/11/25d47e112019_untitled18.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Ilustrasi ayam petelur.

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengusulkan agar satu keluarga memelihara ayam untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Ia mengatakan pemenuhan gizi anak bisa dilakukan dengan memberi asupan telur dari ayam yang dipelihara tersebut.

Menurut Moeldoko, gizi yang diberikan sejak usia dini dapat menekan angka stunting alias gagal tumbuh akibat kurang gizi kronis pada seribu hari pertama.

"Perlu setiap rumah ada (memelihara) ayam, sehingga telurnya itu bisa untuk anak-anaknya," kata Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Jumat (15/11).

Moeldoko menyebut setiap anak wajib memakan satu butir telur ayam. Anak-anak juga perlu mendapatkan makanan kaya gizi lainnya, seperti ikan, sayur mayur, tahu, maupun tempe yang penuh dengan protein.

Moeldoko pun mencontohkan India yang kini sudah menerapkan wajib makan lima telur dalam satu minggu. Menurutnya, program itu bisa diterapkan agar anak-anak Indonesia tak mengalami stunting. Saat ini terdapat program yang dijalankan Kementerian Kesehatan, yakni isipiringku.

"Sekarang isipiringku, di dalamnya kita lebih fokus pada makanan lokal. Enggak perlu makan aneh-aneh. Makanan lokal itu yang dioptimalisasi," ujarnya.

Mantan panglima TNI itu menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo telah memerintahkan untuk mempercepat pengentasan stunting. Pemerintah telah menargetkan angka stunting turun jadi 19 persen pada 2024. Angka stunting sudah turun dari tahun sebelumnya menjadi 27,67 persen.

"Walaupun ini dianggap presiden masih lambat, tetapi kita akan gas lagi ke depan. Untuk itu kita undang para pegiat, teman- kita yang ada di berbagai daerah," tuturnya.

10 Pegiat Pencegahan Stunting

Moeldoko lantas memberikan penghargaan kepada 10 pegiat pencegahan stunting 2019. Ia menyatakan penghargaan yang diberikan pemerintah ini merupakan apresiasi terhadap kerja nyata para pegiat dalam mencegah stunting.

"Kurang lebih 1,7 juta balita telah terselamatkan dari stunting. Ini karena berkat kerja keras pegiat yang tidak kenal menyerah, berbagai inovasi dilakukan. Profilnya luar biasa," kata Moeldoko.

Dalam kesempatan ini, Moeldoko menyerahkan langsung penghargaan kepada 10 pegiat pencegahan stunting. Masing-masing mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp10 juta.

Para pegiat yang mendapatkan penghargaan antara lain, istri Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil, Ratna Megawangi; Ketua Yayasan Sayangi Tunas Cilik, Selina Patta Sumbu; Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah, Diyah Puspitarini.

Kemudian penggagas Yayasan 1000 days fund, Zack Petersen; pendiri aplikasi Teman Bumil, Robyn Soetikno; pendiri FeelWell Ceramic (FWC) Stevia Angesty; istri Bupati Sumba Barat, Agustinus Niga Dapawole, Meity Monteiro.

Selanjutnya pendiri Rumoh Gizi Gampong, Aripin Ahmad; Direktur Kemitraan Masyarakat Noer Wulan Sari Kaban; dan mahasiswa Universitas Pertamina Jakarta, Heri Kurniawan. 

(cnnindonesia.com)

Berita Terkait

Nusantara

Perkuat Tata Kelola Agribisnis Sawit dan Mitigasi Tipikor, Law Firm Citra Hukum Keadilan Resmi Buka Kantor Perwakilan di Riau

Nusantara

Babinsa Koramil 06/Siak Hulu Hadiri Malam Puncak Peringatan HUT RI ke-81 Desa Tanah Merah

Nusantara

Pemkab Bengkalis Usul Pembangunan RSUD Bukit Batu dan Pengembangan Layanan Jantung-Kanker ke Kemenkes

Nusantara

Pria di Pekanbaru Diancam dan Diperas, 5 Pelaku Ditangkap

Nusantara

Tim Alpha Lakukan Fastrope ke Titik Api di Riau, Buka Jalan Tim Free Fall

Nusantara

PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta, Komitmen Bersama Kawal Industri Sawit Nasional