Duh, 97 Persen Remaja Indonesia Pernah Mengakses Pornografi

Harijal - Selasa, 11 Oktober 2016 22:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/10/4a8464102016_persenremaja.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Berselancar di dunia maya (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, kabarmelayu.com - DATA Komisi Nasional Perlindungan Anak mengungkapkan dari 4.500 remaja di 12 kota di Indonesia, 97 persennya pernah melihat pornografi.

Begitu juga di kalangan siswa. Dari 2.818 siswa, 60 persennya pernah melihat tayangan yang tidak senonoh itu.

"Pornografi berdampak buruk bagi perkembangan otak anak," kata Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Seto Mulyadi dalam acara bertajuk 'gathering parenting' di Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa.

Menurut Kak Seto, sapaan akrabnya, pornografi merupakan perilaku menyimpang yang terjadi pada anak-anak yang kurang mendapatkan pengawasan dan perhatian orang tua maupun guru.

Ia menyebutkan perilaku menyimpang terjadi pada anak karena aktivitas yang tidak terkontrol, dikarenakan orang tua yang terlalu sibuk, tidak ada komunikasi dan tuntutan terlalu tinggi, kekerasan pada anak, tidak tahu potensi anak, ambisi orangtua dan guru serta diskriminasi.

"Perilaku menyimpang pada anak melakukan bully, tawuran, perkosaan, pencurian, narkoba, pembunuhan, perampokan, seks bebas, kabur dari rumah dan pornografi," katanya.

Kak Seto menyebutkan saat ini para orang tua sedang berlomba dengan predator seksual anak yang berkeliaran di luar, jika keluarga tidak menjadi surga bagi anak-anak untuk tumbuh dengan nyaman.

"Perlu komunikasi efektif terkait psikoseksual. Pornografi berdampak buruk bagi perkembangan otak anak," katanya.

Ia mengatakan anak diarahkan untuk belajar tidak hanya ilmu matematika dan pelajaran lainnya, tetapi juga perlu diajarkan pendidikan moral, etika, dan agama.

"Perlu diingat semua anak unik, otentik, tidak tergantikan. Tidak masalah anak lemah matematika tetapi unggul di bidang lain," katanya.

Kak Seto mengatakan orangtua harus belajar agar dapat mendidik anak dengan baik, membaca buku psikologi pertumbuhan anak.

"Jadi orangtua jangan mudah terpancing emosi, kalau emosi datang alihkan melakukan kerjaan lain seperti membersihkan kamar mandi," kata psikolog anak ini.

Kak Seto tampil dalam seminar orangtua yang diikuti ratusan guru dan juga orang tua se-Kota Bogor. Dengan cara yang khas seperti mendongeng, Kak Seto menyampaikan cara mendidik anak yang baik bagi orangtua dan guru.

Kak Seto menitikberatkan terciptanya sekolah dan rumah ramah anak serta mendorong orangtua dan guru yang kreatif.

"Orangtua dan guru yang krearif menghasilkan anak yang kreatif pula," kata Kak Seto.   

 

(tty/okezone)

Berita Terkait

Nusantara

Gerak Cepat, Polsek Bina Widya Ungkap Kasus Curanmor 10 TKP

Nusantara

Polsek Kandis dan Petani Bersama Merawat Tanaman Jagung agar Tumbuh Subur

Nusantara

Teror Monyet Kian Meresahkan Warga Tembilahan Inhil, Belasan Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Nusantara

Samsuri Daris Reses di Kecamatan Reteh, Serap Aspirasi

Nusantara

Pemkab Inhil Ikuti Rakornas Pengendalian Inflasi dan Sosialisasi Perubahan Regulasi Bantuan Perumahan Swadaya

Nusantara

Tunjukkan Hasil Smart Farming Binaan BI di Bunga Raya Produktivitas Padi Meningkat