Korlap Ditangkap, Mahasiswa Papua Ikut Serahkan Diri ke Polda

Harijal - Sabtu, 31 Agustus 2019 12:55 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/08/6a6da6082019_untitled1.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)
Mahasiswa Papua dan Papua Barat berkumpul di Polda Metro Jaya

JAKARTA - Puluhan mahasiswa Papua dan Papua Barat berencana menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya pasca-penangkapan dua koordinator lapangan (korlap) aksi yang berujung pada pengibaran Bendera Bintang Kejora di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat. 

Mereka kini tengah berkumpul di trotoar depan Polda Metro Jaya, Sabtu (31/8). 

Kedua orang yang ditangkap oleh Polda Metro Jaya adalah Carles Kosay dan Dano Tabuni, koordinator aksi pada 28 Agustus lalu. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan keduanya diduga telah melakukan tindakan kejahatan terhadap negara dan upaya makar. 

Humas Aksi dari Mahasiswa Papua, Ambosius, mengatakan penyerahan diri itu sebagai bentuk solidaritas mahasiswa Papua dan Papua Barat terhadap kedua rekannya. Pasalnya aksi dilakukan secara bersama-sama. 

"Kami semalaman komunikasi dari semua paguyuban dari Papua dan Papua Barat untuk kumpul, kami datang menyerahkan diri, kami juga bagian dari mereka jadi tolong ditahan," ujarnya di depan Polda Metro Jaya.

Pria yang akrab dipanggil Ambo ini mengatakan mereka meminta Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menyiapkan sel yang akan mereka tempati pasca-aksi dengan pengibaran bendera bintang kejora tersebut. 

"Kami meminta Presiden Jokowi dan Pak Kapolri segera mengusulkan penjara untuk kami, mahasiswa Papua dan Papua Barat yang siap untuk mengisinya," tuturnya. 

Ambo menambahkan mereka juga tidak akan pulang sebelum kedua rekan mereka dibebaskan. "Kami tidak akan pulang tanpa teman-teman kami dipulangkan apapun prosesnya," ucapnya. 

Pantauan CNNIndonesia.com sampai saat ini, sudah ada sekitar 50 mahasiswa Papua yang berkumpul di trotoar Polda Metro Jaya, Gatot Subroto. Mereka yang sudah datang dari asrama mahasiswa Papua di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan masih duduk di trotoar jalan sembari berbincang-bincang.

(cnnindonesia.com)

Berita Terkait

Nusantara

Pramuka Kwarcab 04.02 Ikuti Kegiatan KKRI di Makodim 0314/Inhil

Nusantara

Polda Riau Kerahkan Tim RAGA dan Brimob Jaga Keamanan Masyarakat saat Pemadaman Listrik

Nusantara

Raih Juara 2, Koramil 05/RM Turut Meriahkan Futsal Cup 2026 Polsek Rimba Melintang

Nusantara

Pemkab Inhil Gelar Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026

Nusantara

Susuri Pesisir Siak, Afni Bawa Seragam Gratis dan Pesan tentang Masa Depan

Nusantara

PLN Gangguan, Aceh, Sumut, Sumbar dan Riau Padam!