Keluarga Besar Papua di Surabaya: Kami di Sini Aman

Harijal - Senin, 19 Agustus 2019 19:59 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/08/f9343e082019_untitled6.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(CNN Indonesia/Farid Miftah Rahman)
Ketua Ikatan Keluarga Besar Papua di Surabaya (IKBPS), Piter Frans Rumaseb.

SURABAYA - Ikatan Keluara Besar Papua di Surabaya (IKBPS) meminta sanak saudara di bumi cenderawasih tidak mengkhawatirkan kondisi mereka di ibu kota Jawa Timur itu. 

Ketua IKBPS Piter Frans Rumaseb mengatakan, mereka dalam kondisi aman di Surabaya. Karena itu Piter berharap keluarga di Papua bisa menahan diri.

"Kami berharap mama dong semua di Papua, papa dong semua di Papua, saudara-saudara kita di Papua, bahwa kita di Surabaya aman. Anak-anak kuliah di sini aman, tidak ada masalah. Tidak usah khawatir, tidak usah khawatir yang berlebihan," kata Piter di Surabaya, Senin (19/8).

Ia mengakui ada 43 orang mahasiswa Papua yang sempat tiamankan di Polrestabes Surabaya usai insiden pada Sabtu (17/8) lalu. Namun saat ini mereka sudah dipulangkan ke asrama di Jalan Kalasan dengan aman dan tanpa diskriminasi.

Piter membantah isu pengusiran mahasiswa dari Surabaya. Ia menegaskan itu kabar bohong.

Pria asal Biak, Papua, ini juga meminta agar masyarakat di Papua tak mudah terprovokasi tentang isu-isu yang berkembang di media sosial, sehingga tak menimbulkan dampak permasalahan yang lebih besar lagi.

"Kami berharap keluarga saudara yang ada di Papua, jangan cepat terprovokasi dengan informasi yang muncul di media sosial," ujarnya.

Saat ini di Papua ada sekitar 1.000 warga Papua baik yang kuliah maupun yang bekerja. Untuk mahasiswa, mereka tergabung dalam 27 koordinator wilayah (korwil) yang tersebar di wilayah Surabaya Timur hingga Surabaya Barat.

Piter menambahkan, bahwa 43 mahasiswa Papua yang sempat diamankan di Mapolrestabes Surabaya untuk pemeriksaan dugaan pengrusakan bendera, pada Sabtu (17/8), juga telah dipulangkan ke asrama mereka di Jalan Kalasan Surabaya.

Sementara itu pantauan CNNIndonesia.com, Asrama Mahasiswa Papua, di jalan Kalasan Surabaya, nampak lengang. Situasi sekitar juga nampak kondusif. Mahasiswa nampak beraktivitas seperti biasa, meski menolak permintaan wawancara dengan media.

(cnnindonesia.com)

Berita Terkait

Nusantara

Pramuka Kwarcab 04.02 Ikuti Kegiatan KKRI di Makodim 0314/Inhil

Nusantara

Polda Riau Kerahkan Tim RAGA dan Brimob Jaga Keamanan Masyarakat saat Pemadaman Listrik

Nusantara

Raih Juara 2, Koramil 05/RM Turut Meriahkan Futsal Cup 2026 Polsek Rimba Melintang

Nusantara

Pemkab Inhil Gelar Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026

Nusantara

Susuri Pesisir Siak, Afni Bawa Seragam Gratis dan Pesan tentang Masa Depan

Nusantara

PLN Gangguan, Aceh, Sumut, Sumbar dan Riau Padam!