Penjelasan BMKG Soal Isu Megathrust Penanda Gempa Besar

Harijal - Selasa, 13 Agustus 2019 19:27 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/08/c227d8082019_untitled2.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Peta zona gempa megathrust.

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan isu yang beredar terkait fenomena rentetan gempa yang menandakan akan terjadinya gempa bumi besar. Di seluruh dunia, gempa besar pasti didahului oleh serangkaian aktivitas gempa pendahuluan.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan pihaknya dapat mengidentifikasi beberapa karakteristik aktivitas gempa pendahuluan.

"Pertama, gempa pendahuluan biasanya terjadi di zona dengan nilai 'B-value' rendah. Nilai 'B-value' rendah artinya di zona itu masih menyimpan tegangan yang tinggi, yang berpotensi terjadi gempa besar," kata Daryono dalam keterangan tertulis, Selasa (13/8).

Daryono selanjutnya juga menjelaskan adanya fenomena percepatan di titik pusat gempa yang semakin cepat menuju titik inisiasi lokasi estimasi gempa utama. Selain itu ada juga gempa bumi yang berulang di zona subduksi yang sama.

"Di zona tersebut ada fenomena migrasi percepatan titik hiposenter yang semakin cepat menuju titik inisiasi lokasi estimasi gempa utama. Selain itu juga teridentifikasi adanya 'repeating earthquakes'. Cirinya gempa ini berulang-ulang dan terjadi di segmen tersebut," ujarnya.

Secara sederhana, Daryono mengatakan karakteristik kedua tersebut menunjukkan ada sebuah proses yang semakin lama semakin intensif sebelum muncul gempa utama (main shock).

"Aktivitas ini mirip kalau kita mau mematahkan kayu, perlahan-lahan ada retakan-retakan kecil sebelum benar-benar terpatahkan," katanya.  

Sebelumnya, Daryono mengatakan hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya klaster yang mengalami peningkatan aktivitas seismik mencolok. Klaster tersebut adalah zona selatan Bali dan Banyuwangi, zona Cilacap dan Pangandaran, dan Selat Sunda. 

Akan tetapi, ia mengingatkan rentetan gempa belum tentu merupakan gempa pendahuluan dari gempa besar utama.

"Satu hal yang penting diingat bahwa tidak semua klaster aktif akan berujung kepada terjadinya gempa besar, meskipun setiap gempa besar selalu di dahului oleh serangkaian aktivitas gempa pendahuluan," jelasnya.

(cnnindonesia.com)

Berita Terkait

Nusantara

Pramuka Kwarcab 04.02 Ikuti Kegiatan KKRI di Makodim 0314/Inhil

Nusantara

Polda Riau Kerahkan Tim RAGA dan Brimob Jaga Keamanan Masyarakat saat Pemadaman Listrik

Nusantara

Raih Juara 2, Koramil 05/RM Turut Meriahkan Futsal Cup 2026 Polsek Rimba Melintang

Nusantara

Pemkab Inhil Gelar Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026

Nusantara

Susuri Pesisir Siak, Afni Bawa Seragam Gratis dan Pesan tentang Masa Depan

Nusantara

PLN Gangguan, Aceh, Sumut, Sumbar dan Riau Padam!