Dinilai Lecehkan Alquran, Ahok Dipetisi Warga

Harijal - Kamis, 06 Oktober 2016 21:27 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/10/603087102016_ahoklecehkan.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
net
Video Ahok yang menjadi viral di sosial media

JAKARTA, kabarmelayu.com  - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali menuai kecaman keras dari masyarakat, khususnya warga Ibu Kota. Kali ini, ucapannya yang dinilai menyinggung masalah SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) menjadi penyebabnya.

Kasus tersebut bermula ketika Ahok mengadakan kunjungan ke Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu pada 27 September lalu. Di sana, Ahok sempat menyampaikan arahan dihadapan masyarakat setempat. "Bisa saja dalam hati kecil Bapak dan Ibu enggak bisa pilih saya, ya kan dibohongi pakai Surat al-Maidah:51 macem-macem itu," ujar Ahok ketika itu.

Pernyataan Ahok tersebut muncul direkaman video berdurasi 1 jam 48 menit 33 detik yang diunggah akun YouTube Pemprov DKI berjudul '27 Sept 2016 Gubernur Basuki T Purnama Kunjungan ke Keplauanu Seribu dalam Rangka Kerja Sama dengan STP'. Kalimat berbau SARA itu terdengar di menit 24 dari detik 15-23 pada rekaman itu.

Atas ucapannya itu, Ahok mendapat kritik keras dari sejumlah kalangan karena dianggap telah melecehkan Alquran. Bahkan, salah seorang warga Jakarta, Irfan Noviandana, pada Rabu (5/10/16) kemarin mulai membuat petisi di laman www.change.org yang ditujukan kepada sang gubernur.

"Selaku warga negara Indonesia, khususnya masyarakat yang beragama Islam, kami merasa sangat terganggu atas ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang melecehkan ayat suci Alquran," ungkap Irfan.

Ada beberapa poin tuntutan yang diajukan Irfan lewat laman petisi tersebut. Poin yang pertama adalah menuntut permintaan maaf dan rasa penyesalan dari Ahok atas ucapannya yang dinilai melecehkan kitab suci umat Islam.

Poin kedua, meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) melakukan langkah serius untuk memperingatkan gubernur DKI Jakarta atas perbuatannya. Selanjutnya, di poin ketiga, Irfan meminta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan teguran kepada Ahok agar tidak lagi memicu keresahan umat beragama.

Salah satu warga di Kelurahan Penjaringan Jakarta Utara, M Amin mengatakan, Ahok sama sekali tidak mencerminkan kepribadian seorang pemimpin yang baik. Menurut dia, ucapan sang pejawat (incumbent) kali ini dapat menimbulkan keresahan dan suasana tidak nyaman di kalangan masyarakat Jakarta, terutama umat Islam.

"Selama ini Ahok selalu gembar-gembor kepada para lawan politiknya untuk tidak melakukan kampanye SARA. Tapi, di antara para kandidat gubernur yang ada saat ini, ternyata dia sendiri yang suka menyinggung-nyinggung soal SARA," kata Amin.(rec)

 

Berita Terkait

Nusantara

Babinsa Koramil 06/Siak Hulu Hadiri Malam Puncak Peringatan HUT RI ke-81 Desa Tanah Merah

Nusantara

Pemkab Bengkalis Usul Pembangunan RSUD Bukit Batu dan Pengembangan Layanan Jantung-Kanker ke Kemenkes

Nusantara

Pria di Pekanbaru Diancam dan Diperas, 5 Pelaku Ditangkap

Nusantara

Tim Alpha Lakukan Fastrope ke Titik Api di Riau, Buka Jalan Tim Free Fall

Nusantara

PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta, Komitmen Bersama Kawal Industri Sawit Nasional

Nusantara

Ratusan Anggota Koperasi Produsen Tani Aman Makmur Didampingi Pengacara dan LSM Penjara Rohul Tuntut PT. SRL Tinggalkan Lahan 2.050 Hektare