Jual Aset karena Keuangan Pertamina Seret, Ini Penjelasan Menko Darmin

Harijal - Minggu, 22 Juli 2018 16:43 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/07/68d16b072018_0000auntitled4.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Yohana/Okezone)
Foto: Menko Darmin soal Pertamina

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) berencana untuk melepaskan asetnya. Rencana pelepasan aset Pertamina yang diusulkan kepada Pemerintah selaku Pemegang Saham, merupakan bagian dari rencana bisnis guna meningkatkan kinerja portofolio bisnis Pertamina ke depan.

Terkait hal itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, menyatakan pihaknya selaku pemerintah akan membantu PT Pertamina (Persero) tersebut.

"Lah iyalah, kita tak akan membiarkan begitu saja aset Pertamina itu dijual," ujar Darmin kepada wartawan di kantor Kementerian Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (22/7/2018).

Dia menjelaskan, bahwa keuangan Pertamina saat ini agak seret. Pasalnya harga bahan bakar minyak (BBM), saat ini sedang tidak naik.

"Tapi kita akan membantu hal itu, enggak perlu kita umumkan lah," tuturnya.

Seperti diketahui sebelumnya Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengatakan, penjualan aset yang dilakukan oleh Pertamina sah-sah sah saja. Apalagi jika tujuannya untuk menyehatkan kembali neraca keuangan Perseroan.

"Semuanya boleh share down Mahakam sudah dari dulu kan, (itu) akan menyehatkan keuangan Pertamina," ujarnya beberapa waktu lalu.

Djoko melanjutkan, Pertamina juga diperbolehkan untuk mencari mitra dalam penggarapan kilang yang dimilikinya. Hal tersebut agar meringankan beban perusahaan dalam penggarapan kilang itu sendiri.

"Itu kan boleh cari partner juga cari partner aja yang banyak," ucapnya.

Sebab menurut Djoko, dalam mengelola blok migas membutuhkan investasi yang cukup besar. Artinya, jika Pertanian melakukannya sendiri akan terganggu dari sisi keuangannya.

Apalagi garapan proyek kilang yang dimiliki Pertamina cukup banyak. Sehingga pihaknya memperbolehkan Pertamina untuk melepas atau mencari mitra dalam pengelolaan kilang.

"Sekarang gini, Pertamina mau ngebor, mau maintain produce perlu investasi, kalau dari dalam sendiri uanganya tergerus dong kalau buat impor Premium, elpiji, minyak kan tapi kalau mendatangkan investasi dari luar kan enak kan dapet uang kan perlu investasi, iya dong kan perusahaanya tambah bagus duit juga banyak," jelasnya.

(okezone.com)

Berita Terkait

Nusantara

Pramuka Kwarcab 04.02 Ikuti Kegiatan KKRI di Makodim 0314/Inhil

Nusantara

Polda Riau Kerahkan Tim RAGA dan Brimob Jaga Keamanan Masyarakat saat Pemadaman Listrik

Nusantara

Raih Juara 2, Koramil 05/RM Turut Meriahkan Futsal Cup 2026 Polsek Rimba Melintang

Nusantara

Pemkab Inhil Gelar Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026

Nusantara

Susuri Pesisir Siak, Afni Bawa Seragam Gratis dan Pesan tentang Masa Depan

Nusantara

PLN Gangguan, Aceh, Sumut, Sumbar dan Riau Padam!