Begini Jadinya jika Nelayan Tak Tahu Batas Perairan Indonesia-Malaysia

Harijal - Minggu, 03 Juni 2018 17:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/06/6547b9062018_0000aauntitled1.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi: Foto Okezone

MEDAN - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia, Sumatera Utara meminta kepada Pemerintah, agar memberikan sosialisasi mengenai perbatasan perairan Indonesia-Malaysia, karena banyak nelayan tradisional asal Provinsi Sumut yang tidak mengetahuinya.

"Tidak mengherankan nelayan kecil dari daerah tersebut, sering ditangkap oleh polisi perairan dari Negara Malaysia," kata Wakil Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut, Nazli, di Medan, Minggu (3/6/2018).

Sehubungan dengan itu, menurut dia, Pemerintah harus memberikan solusi kepada nelayan itu, agar mereka tidak menjadi bulan-bulan dan selalu ditangkap polisi dari Malaysia.

"Nelayan Indonesia yang dianggap melakukan pelanggaran, karena memasuki perairan Malaysia, juga menjalani hukuman dipenjara Pulau Penang," ujar Nazli.

Dia mengatakan, nelayan yang sering ditangkap itu, berasal dari daerah Langkat, Deli Serding, Serdang Bedagai, dan Tanjung Balai, saat mencari ikan di perairan Selat Malaka.

Namun, tanpa disengaja nelayan tersebut, mereka memasuki perairan Malaysia, karena tidak mengetahui batas wilayah Indonesia.

"Selain itu, kapal nelayan tersebut, juga tidak dilengkapi radar yang dapat mengetahui berupa tanda patok (tiang besi) yang menandakan perbatasan perairan Indonesia dengan Malaysia," ucapnya.

Nazli menambahkan, pemerintah melalui Menko Kemaritiman dapat mendirikan tapal batas Indonesia dengan Malaysia.

Tanpa adanya tapal batas kedua negara tersebut, nelayan Indonesia yang mencari ikan, tetap akan menghadapi masalah di tengah laut.

"Pemerintah Indonesia perlu memperhatikan perlindungan dan jaminan keamanan kepada nelayan kecil yang sedang menangkap ikan di perairan Selats Malaka atau perbatasan kedua negara tersebut," kata Wakil Ketua HNSI Sumut itu.

(okezone.com)

Berita Terkait

Nusantara

Api Padam, Pekerjaan Belum Selesai

Nusantara

Fenomena Bulan Darah Ubah Langit Menjadi Merah Api

Nusantara

PPWI Inhil, BDPN, Kades dan Warga Pungkat Bahu Membahu Padamkan Api yang Membakar Kebun Warga

Nusantara

PLN Tembilahan Belum Tuntaskan Kabel Semrawut

Nusantara

9 Perusahaan Siap Perbaiki 6,44 Kilometer Jalan Simpang KITB-Sungai Rawa

Nusantara

Agung Nugroho Senang Anak-anak Kembali Sekolah