Ini Alasan Dishub Turunkan Perempuan Bercadar dari Bus

Harijal - Selasa, 15 Mei 2018 22:49 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/05/5f98da052018_0000auntitled20.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Wanita bercadar (ilustrasi)

>>Perempuan berusia 14 tahun itu kebingungan, tetapi saat ditanya tak mau menjawab.

TULUNGAGUNG - Seorang petugas Dinas Perhubungan (Dishub) terpaksa menurunkan wanita muda bercadar dari atas bus umum di Terminal Gayatri, Tulungagung, Jawa Timur. Alasannya, gerak-gerik perempuan tersebut mencurigakan.

Menurut Kepala Terminal Gayatri, Oni Suryanto, kejadian itu dilakukan karena perempuan yang berusia sekitar 14 tahun itu tak kunjung mau menjawab saat ditanya petugas. "Kejadiannya kemarin (Senin, 14/5)," kata dia.

Oni menerangkan, perempuan itu datang sekitar pukul 06.00 WIB dan naik ke bus jurusan Trenggalek sekitar pukul 08.00 WIB. "Saat itu, dia terlihat kebingungan, tapi saat ditanya tidak mau menjawab," katanya.

Kecurigaan petugas makin menjadi karena perempuan belia yang belakangan diketahui berinisial SAN itu tidak mengenakan alas kaki sejak masuk terminal hingga naik bus jurusan Ponorogo. Namun, setelah diinterogasi, SAN mengaku sebagai santri Pondok Pesantren Darussalam, Kelurahan Kampungdalem, Tulungagung.

Kepada petugas, SAN mengaku ingin pulang ke Ponorogo, tetapi tak ingin usaha pulang kampung tanpa izin itu ketahuan pengurus pondok. "Jadi, bukan karena penumpang yang takut dan tak mau wanita itu naik di bus. Tetapi karena mencurigakan, akhirnya diminta turun dulu oleh petugas," kata Oni.

Akhirnya, tim berkoordinasi dengan kepolisian. Tak berselang lama, polisi dari Polres Tulungagung datang dan membawa perempuan tersebut. "Kami serahkan ke polisi untuk tindakan lebih lanjut. Sebab, mereka yang lebih memiliki kewenangan," ujar Oni.

Kabag Humas Polres Tulungagung Iptu Sumaji mengatakan, informasi penurunan penumpang dari atas bus Bagong jurusan Trenggalek benar. Namun, dia mengatakan, kabar tersebut telah dipelintir sehingga menjadi hoaks (informasi bohong).

"Berita yang beredar menjadi seolah ada diskriminasi perlakuan terhadap wanita bercadar di terminal. Padahal, tidak begitu," katanya.

Menurut Sumaji, penurunan penumpang SAN lebih dilakukan karena santri yang masih duduk di bangku kelas 8 SMP ini membuat penumpang lain waswas. Gerak-gerik yang misterius membuat SAN yang bercadar dan membawa sebuah tas dilaporkan penumpang lain kepada petugas Dishub di unit Terminal Gayatri, Tulungagung.

"Keterangan yang bersangkutan juga informasi dari pihak pondok, santri berinisial SAN ini sudah keempat kalinya ini mencoba kabur dari pondok. Tiga kali kepergok pengasuh pondok, ini yang terakhir berinisiatif pakai cadar supaya tidak mudah dikenali," katanya.

 

Sumber : Antara/republika.co.id

Berita Terkait

Nusantara

Raih Juara 2, Koramil 05/RM Turut Meriahkan Futsal Cup 2026 Polsek Rimba Melintang

Nusantara

Pemkab Inhil Gelar Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026

Nusantara

Susuri Pesisir Siak, Afni Bawa Seragam Gratis dan Pesan tentang Masa Depan

Nusantara

PLN Gangguan, Aceh, Sumut, Sumbar dan Riau Padam!

Nusantara

UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Sabet Juara III Lomba Resensi Buku se-Kabupaten Kampar

Nusantara

PPWI Fasilitasi Keluarga Jenguk Jekson Sihombing di Lapas Nusakambangan