Menurut catatan Ikatan Pilot Indonesia (IPI) saat ini masih ada seribuan pilot yang menganggur. Mereka rata-rata adalah pilot ab initio atau pilot baru yang belum berpengalaman.
Sementara menurut Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso, pilot-pilot tersebut bukan menganggur, tetapi masih menunggu lisensi terbang karena baru lulus. Mereka juga belum memiliki spesifikasi khusus sehingga belum diizinkan mengoperasikan pesawat.
"Jadi mereka belum punya licence atau apa jadi masih basic dan itu beberapa tertahan. Beritanya kan 1.000-an ternyata kami hitung cuma 565," kata Agus di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jumat (29/12).
Agus berencana menyalurkan mereka sebagai PNS. Dia juga sudah meminta beberapa maskapai untuk menampung para pilot tersebut.
"Itu kami sudah prediksikan untuk beberapa bekerja di PNS sebagai inspektor dan beberapa airlines sudah kami anjurkan untuk menerima mereka, tentunya harus menyekolahkan juga karena mereka belum punya skill untuk transport category," ujar Agus.
"Jadi kalau transport category, itu lancar semuanya. Jadi ini hanya yang ab initio saja," imbuhnya.
Agus menampik spekulasi yang menyebut jumlah sekolah pilot yang terlalu banyak menyebabkan pilot menganggur. Menurutnya, semestinya sekolah pilot meningkatkan kualitas pendidikannya agar sesuai dengan regulasi penerbangan internasional.
"Yang penting bagi kita sekolah pilot punya standar mininum untuk dipenuhi. Jadi kami menginginkan sekolah pilot yang beroperasi di sini yang concern dengan international regulation yang telah ditetapkan," tutur Agus.
(kumparan.com)