Kak Seto: LGBT Tak Kalah Dahsyat dengan Kekerasan yang Berdarah-darah

Harijal - Kamis, 28 Desember 2017 20:48 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/12/b659da122017_0000untitled6.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: M Iqbal/Okezone)
Kak Seto (kanan) dalam diskusi LPAI.

JAKARTA - Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak (LPAI) Seto Mulyadi beranggapan, masyarakat banyak yang lupa dengan bahaya LGBT. Hal tersebut diungkapkan Seto pada acara catatan akhir tahun Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) dengan tema ‘Membangun Ketangguhan Anak Indonesia Menghadapi Bahaya LGBT dan Perceraian’. Seto menganggap saat ini masyarakat masih kurang sadar akan bahaya dan dampak dari penyakit LGBT.

"Intinya yang paling utama adalah LGBT dan ini sesuatu yang sering tidak di waspadai. Mungkin di tempat ibadah dan sebagainya kurang dingatkan kalau itu bertentangan dengan ajaran agama dan sebagainya," ungkap pria yang kerap disapa Kak Seto itu di Tanami Caffe Jakarta Pusat, Kamis (28/12/2017). 

Selain Seto Mulyadi yang kerap disapa Kak Seto, hadir juga Pakar Psikologis Forensik Reza Indragiri, Sekertaris Jendral LPAI Henny Rusmiaty dan Ketua LPAI Banten Iif Syafrudin.

Kak Seto mengatakan, saat ini pihaknya tengah bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menyadarkan korban maupun masyarakat terkait LGBT. 

"Kemudian dari segi psikologis, kami juga mengetuk hati dari temen-teman Himpunan Psikolog‎ Indonesia (Hindi), karena ini kelompok yang strategis untuk mengingatkan pada masyaakat luas tentang bahaya LGBT," ujarnya.

Menurut Kak Seto, saat ini LGBT tidak hanya menyerang dan menyasar remaja dan orang dewasa, tapi menyerang anak di bawah umur dan anak di masa pertumbuhan. "Nah LGBT ini sudah menyerang pada anak-anak. Ini adalah pelanggaran hak anak, ini kekerasan seksual yang tidak kalah dahsyatnya dengan yang berdarah-darah. Jadi mohon ini diwaspadai dan kami akan kampanyekan ini semua," ungkap dia.

Kendati demikian Seto mengaku saat ini pihaknya sudah membentuk satu gerakan untuk memerangi LGBT, terutama pada anak, yakni Sasana (saya sahabat anak). Tujuannya untuk melindungi anak dari berbagai hal, termasuk yang tidak kasat mata sebagai kekerasan.

Meskipun saat ini banyak negara yang mendukung dan juga menganggap LBGT sebagai Hak Asasi Manusia (HAM), Kak Seto menganggap ini tetap menjadi kejahatan terhadap anak yang patut untuk diperangi.

"Mungkin sudah lintas negara seolah mendukung LGBT sebagai HAM. Tapi kami (LPAI) menyadari ini sudah menyerang pada anak jadi ini bagian dari kekerasan terhadap anak," tutupnya.

(qlh/okezone.com)

Berita Terkait

Nusantara

Pemkab Inhil Gelar Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026

Nusantara

Susuri Pesisir Siak, Afni Bawa Seragam Gratis dan Pesan tentang Masa Depan

Nusantara

PLN Gangguan, Aceh, Sumut, Sumbar dan Riau Padam!

Nusantara

UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Sabet Juara III Lomba Resensi Buku se-Kabupaten Kampar

Nusantara

PPWI Fasilitasi Keluarga Jenguk Jekson Sihombing di Lapas Nusakambangan

Nusantara

Pengamat: Sengketa F-SPTI Bengkalis Cukup Mengacu Putusan PN Jakarta Timur