Aksi WO Bos Traveloka dan Ananda Sukarlan Dinilai Intoleran

Harijal - Selasa, 14 November 2017 13:05 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/11/89075e112017_0000anandasukarlan_121006.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
antara
Ananda Sukarlan

JAKARTA - Pemuda Muhammadiyah Provinsi DKI Jakarta menilai aksi walkout (WO) yang dilakukan oleh Ananda Sukarlan dan bos Traveloka kepada Anies Baswedan adalah sikap intoleran. Pemuda Muhammadiyah juga mengeluarkan pernyataan sikap yaitu memboikot Traveloka karena dukungan pemiliknya, Derianto Kususma terhadap sikap pianis Ananda Sukarlan yang WO saat Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan memberikan sambutan dalam Acara Ulang Tahun ke 90 Kolese Kanisius di Jakarta. Derianto melakukan WO mengikuti sikap Pianis Ananda Sukarlan.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Provinsi DKI Jakarta Syahrul Hasan mengatakan, aksi WO yang di lakukan oleh Ananda Sukarlan dan beberapa orang lainnya menggambarkan sikap intoleran dan miskin akhlak sebagai tuan rumah dalam menerima tamu. Dimana kehadiran Anies Baswedan sebagai tamu adalah atas permintaan resmi dari tuan rumah itu sendiri.

"Aksi walkout Ananda Sukarlan yang menuduh Anies Baswedan meraih kursi gubernur tidak sesuai nilai-nilai Kanisius adalah jauh panggang dari api," kata Syahrul dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Selasa (14/11).

Syahrul menjelaskan, Anies Baswedan merupakan bagian dari Keluarga Besar Muhammadiyah, baik secara struktural maupun kultural. Saat ini beliau diamanahi sebagai penasehat Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu di mana Din Syamsudin MA menjabat sebagai ketua ranting tersebut.

Saat Din Syamsudin menjabat sebagai ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2010 dan 2010-2015, PP Muhammadiyah yang berkantor di Jl Menteng Raya 62 bersebelahan dengan gedung Kolese Kanisius. 

"Muhammadiyah selalu menyediakan lahan parkir Gedung Dakwah Muhammadiyah untuk kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Keluarga Besar Kolese Kanisius sebagai wujud nyata dan otentiknya toleransi Keluarga Besar Muhammadiyah. Anies Baswedan tentu sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah punya sikap yang sama dalam menjaga toleransi dan persatuan antar umat beragama yang selama ini telah berjalan dengan baik, karena beliau juga adalah cucu dari pendiri Republik Indonesia yang sama-sama kita cintai," tutur Syahrul.

Ia berharap meskipun ada kejadian seperti ini, kerukunan dan persatuan antar umat beragama yang selama ini terjalin dengan baik, dapat terus terjaga demi tegaknya NKRI. (ROL)

Berita Terkait

Nusantara

Pemkab Inhil Gelar Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026

Nusantara

Susuri Pesisir Siak, Afni Bawa Seragam Gratis dan Pesan tentang Masa Depan

Nusantara

PLN Gangguan, Aceh, Sumut, Sumbar dan Riau Padam!

Nusantara

UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Sabet Juara III Lomba Resensi Buku se-Kabupaten Kampar

Nusantara

PPWI Fasilitasi Keluarga Jenguk Jekson Sihombing di Lapas Nusakambangan

Nusantara

Pengamat: Sengketa F-SPTI Bengkalis Cukup Mengacu Putusan PN Jakarta Timur