Bupati Tapsel Bantah Gunung Lubuk Raya Keluarkan Asap Pasca-Gempa Padang Sidempuan

Harijal - Sabtu, 15 Juli 2017 10:05 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/07/efa107072017_0000ilustrasigununglubuk.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
doc. okezone

TAPANULI SELATAN - Bupati Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Syahrul M Pasaribu membantah informasi Gunung Lubuk Raya mengeluarkan asap ketika terjadi gempa berkekuatan 5,5 skala Richter di Desa Lubuk Layan dan Sitaratoit, Kecamatan Angkola Barat, Jumat 14 Juli 2017.

"Setelah dipastikan oleh ahli, maka diambil kesimpulan, ternyata bukan asap, melainkan awan yang kebetulan di atas gunung," ujar Sahrul kepada wartawan ketika ditemui saat meninjau lokasi pengungsian korban gempa di Desa Lubu Layan, Sabtu (14/7/2017). Dia mengatakan, ketika terjadi gempa, posisi awan tersebut berada di sekitar gunung, sehingga banyak masyarakat yang menilai awan itu asap yang berasal dari gunung.

"Mudah-mudahan hingga saat ini tidak ada tanda-tanda dari gunung Lubuk Raya itu mengeluarkan asap," ujarnya.

Dia mengaku, hingga Jumat pukul 21.00, masih ada gempa susulan, namun guncangannnya tidak sekuat dengan gempa yang pertama sekali dirasakan oleh warga. "Menurut laporan yang saya terima, sudah ada gempa susulannya sebanyak 10 kali," tuturnya.

Polikus asal Partai Golongan Karya (Golkar) itu mengatakan, saat ini Pemkab Tapsel melalui sejumlah instansi sudah berada di dua desa tersebut. Mereka akan 24 jam siaga dan siap membantu masyarakat.

Selanjutnya, Pemkab Tapsel juga menghimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaannya. Apabila perlu, warga diimbau menginap di tenda pengungsian yang sudah disediakan dari awal oleh pemerintah."Harus siaga, jika perlu tidur di tenda pengungsian,"imbuhnya.

Dia juga mengajak kepada seluruh masyarakat agar tidak percaya kepada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, karena ada opini yang timbul di masyarakat bahwa akan ada gempa susulan yang lebih besar lagi. "Selain peringatan dari pemerintah, jangan ada yang percaya, karena pemberitaan itu diduga bohong dan menakut-nakuti warga," ucapnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tapsel Ibrahim Lubis mengatakan bahwa jumlah rumah yang rusak lebih kurang 51 rumah, dengan rincian, 40 unit di desa Lubuk Layan dan 11 di Sitaratoit. "Berdasarkan hasil laporan dari para camat yang ada di Tapsel, sampai saat ini ada dua kecamatan yang mengalami bencana alam akibat gempa itu," tandasnya.

 

(han/okezone)

Berita Terkait

Nusantara

Pemkab Inhil Gelar Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026

Nusantara

Susuri Pesisir Siak, Afni Bawa Seragam Gratis dan Pesan tentang Masa Depan

Nusantara

PLN Gangguan, Aceh, Sumut, Sumbar dan Riau Padam!

Nusantara

UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Sabet Juara III Lomba Resensi Buku se-Kabupaten Kampar

Nusantara

PPWI Fasilitasi Keluarga Jenguk Jekson Sihombing di Lapas Nusakambangan

Nusantara

Pengamat: Sengketa F-SPTI Bengkalis Cukup Mengacu Putusan PN Jakarta Timur