DPR Nilai Ada Pemikiran Lain di Balik Niat Kapolri Tito Karnavian Pensiun Dini

Harijal - Selasa, 11 Juli 2017 13:51 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/07/3520f8072017_0000titokarnavianinginpe.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(dok. Antara)
Kapolri Jenderal Tito Karnavian

JAKARTA - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Wenny Warouw melihat ada pemikiran dan tujuan lain di balik rencana Jenderal Tito Karnavian pensiun dini menjadi Kapolri.

"Sebagai adikku dalam akademi, saya kan mantan polisi, ya tentu dia ada pemikiran lain," kata Wenny di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Namun, menurut Wenny, pernyataan Tito menimbulkan polemik di kalangan masyarakat umum. "Tapi bagi umumnya yang lain di kepolisian itu mungkin kata-kata yang kurang menarik," imbuh dia.

Lebih dalam Wenny menegaskan alasan di balik niat pensiun dini Tito bukan dilatarbelakangi tekanan yang hebat menjadi seorang pimpinan Kepolisian Republik Indonesia.

Bagi Wenny, Tito adalah seorang yang hebat dan penuh strategi ketika menjabat suatu posisi strategis. Dia juga menganggap Tito ada sosok yang kuat.

"Tidak, saya tahu orangnya hebat. Mau 1.000 tekanan sama dia, dia bisa atasi. Dia hebat, karena low profile ada strategi hebat dia susun. Itu lho," ujar dia.

Sebagaimana diketahui, Kapolri Jendral Tito Karnavian mengisyaratkan ingin pensiun dini sebagai orang nomor 1 di Korps Bhayangkara. Meski masih memiliki waktu lima tahun lagi untuk pensiun, Tito memilih tak ingin menjadi Kapolri terlama.

"Saya sampaikan. Kalau saya boleh pilih, saya tidak ingin selesai sampai 2022. Kenapa? Terlalu lama, tidak baik bagi organisasi, tidak baik bagi saya sendiri. Bayangin, saya jadi Kapolri enam tahun, anggota dan organisasi akan bosan," katanya di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, saat upacara HUT ke-71 Polri, Senin 10 Juli 2017.‎

Polri‎, sambung Tito, merupakan organisasi yang butuh penyegaran. Oleh karena itu, Polri memerlukan regenerasi dalam waktu yang tepat. Apalagi, jabatan Kapolri memiliki tekanan yang berat hingga memicu tingkat stres tinggi atau stressfull.‎

"Saya katakan, jadi Kapolri itu penuh dengan kehidupan stressfull dan banyak persoalan. Karena itu, saya juga punya hak menikmati hidup bersama keluarga dalam kehidupan less stressfull," ungkapnya.

(han/okezone)

Berita Terkait

Nusantara

Pemkab Inhil Gelar Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026

Nusantara

Susuri Pesisir Siak, Afni Bawa Seragam Gratis dan Pesan tentang Masa Depan

Nusantara

PLN Gangguan, Aceh, Sumut, Sumbar dan Riau Padam!

Nusantara

UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Sabet Juara III Lomba Resensi Buku se-Kabupaten Kampar

Nusantara

PPWI Fasilitasi Keluarga Jenguk Jekson Sihombing di Lapas Nusakambangan

Nusantara

Pengamat: Sengketa F-SPTI Bengkalis Cukup Mengacu Putusan PN Jakarta Timur