Haul Sukarno

Sukarno dan Islam

Oleh: Irfan Junaidi, Pemimpin Redaksi Republika
Harijal - Selasa, 06 Juni 2017 00:25 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/06/51d08a062017_00000persembahankhususrep.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Dokumentasi Republika
Persembahan khusus Republika untuk Sukarno.

Siapa yang tak kenal Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir Sukarno. Nama salah satu pendiri bangsa ini begitu melegenda. Entah berapa buku telah diterbitkan dalam berbagai bahasa untuk menggambarkan sosok pemimpin yang fenomenal ini.

Hingga sekarang, Indonesia belum memiliki lagi tokoh sekaliber Bung Karno. Kemampuan pidatonya yang ulung telah memikat dunia. Seruan-seruannya yang lantang telah menggerakkan bangsa ini menuju kemerdekaan. Perjuangannya yang gigih merebut kemerdekaan membuat para penjajah gentar.

Hari ini, tanggal 6 Juni adalah hari kelahiran Bung Karno. Secara khusus Republika menghadirkan kado istimewa untuk memperingati hari lahir Sang Proklamator kemerdekaan Republik Indonesia. Edisi Sukarno dan Islam menjadi persembahan Republika untuk masyarakat yang ingin melihat sejarah tentang eratnya hubungan Islam dan nasionalisme.

Belakangan muncul kalangan yang ingin membenturkan Islam dan nasionalisme. Padahal jika menengok sejarah perjalanan bangsa ini, Islam dan nasionalisme merupakan satu kesatuan. 

Ajaran untuk mencintai bangsa dan negara adalah sesungguhnya ajaran Islam. Karena itulah maka para ulama di masa lalu juga sekaligus menjadi pemimpin perang melawan penjajah. Para ulama juga menjadi bagian penting dalam proses perumusan dasar dan falsafah bangsa Indonesia. 

Mereka bergandengan tangan dengan para tokoh agama lain untuk bersama-sama membangun Indonesia. Dialog keagamaan pada masa itu sangatlah jauh dari semangat untuk saling memojokkan satu sama lain. Teladan yang indah telah dilukiskan oleh para pendahulu. 

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah juga nilai-nilai Islam. Perhatikan sila demi sila dalam Pancasila. Semua itu merupakan bagian bagian penting dalam ajaran Islam.

Sangatlah tidak produktif mereka yang berusaha membenturkan Islam dan nasionalisme. Edisi Sukarno dan Islam ini juga disiapkan sebagai jalan untuk kembali memahami keakraban antara kedua ideologi tersebut. 

Bung Karno menjadi salah satu cermin untuk melihat lebih dalam hubungan Islam dan nasionalisme dalam sejarah perjalanan Indonesia. Semoga, terbitnya edisi khusus ini juga menjadi bagian dari ikhtiar untuk menguatkan persatuan dan kerukunan warga bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.(ROL)

Berita Terkait

Nusantara

Pemkab Inhil Gelar Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026

Nusantara

Susuri Pesisir Siak, Afni Bawa Seragam Gratis dan Pesan tentang Masa Depan

Nusantara

PLN Gangguan, Aceh, Sumut, Sumbar dan Riau Padam!

Nusantara

UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Sabet Juara III Lomba Resensi Buku se-Kabupaten Kampar

Nusantara

PPWI Fasilitasi Keluarga Jenguk Jekson Sihombing di Lapas Nusakambangan

Nusantara

Pengamat: Sengketa F-SPTI Bengkalis Cukup Mengacu Putusan PN Jakarta Timur