Ketum PB PMII Minta Maaf kepada Gubernur Sulteng Soal Pernyataannya

Harijal - Rabu, 17 Mei 2017 22:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/05/e44b5a052017_00000ketuaumumpmiiaminud.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Twitter
Ketua Umum PMII Aminuddin Maruf.

PALU - Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Aminuddin Ma`ruf menemui Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola di kediaman dinasnya di Palu, Rabu petang, untuk menyampaikan permohonan maaf atas ucapannya saat pembukaan Kongres XIX PMII di Palu, Selasa (16/5).

"Ya, mereka datang dan meminta maaf atas ucapan tersebut. Sebagai gubernur, sekaligus orang tua di daerah ini dan tokoh adat di lingkungan masyarakat Kaili, saya tentu memaafkan mereka," kata Gubernur Longki, Rabu (17/5).

Namun demikian, kata Longki, ia juga minta Aminuddin Ma`ruf untuk meminta maaf secara langsung kepada masyarakat Sulteng melalui media. Gubernur mengaku bahwa ia sangat menyesalkan bahkan marah karena Aminuddin Ma`ruf saat memberikan sambutan pada pembukaan Kongres XIX PMII sempat menyebut bahwa kongres ini sengaja digelar di Kota Palu karena `Tanah Tadulako` ini menjadi pusat kegiatan radikal Islam dan kegiatan menentang NKRI.

"Saya sangat menyesalkan ucapan itu karena jelas-jelas tidak didasari atas fakta-fakta yang benar apalagi diucapkan di depan pertemuan yang dihadiri Presiden Joko Widodo," ujarnya.

Kalau yang dimaksudkan Aminuddin sebagai pusat kegiatan radikal Islam adalah aktivitas pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso yang sudah meninggal, lanjutnya, itu hanya ada di sebagian wilayah Poso saja. Lalu soal tudingan menjadi pusat kegiatan menentang NKRI, itu juga sangat tidak berdasar sebab tidak pernah ada kegiatan menentang NKRI di Sulteng. "Kalau yang dimaksudkan adalah PRRI-Permesta, itu adanya di Sulawesi Utara, dan DI-TII itu di Sulsel, jadi tidak ada di Sulteng," katanya.

Ucapan itu juga membuat marah berbagai kalangan di Sulteng seperti Forum Pemuda Kaili (FPK), Front Pembela Islam (FPI), Forum Umat Islam (FUI), PB.Alkhairaat dan ketua-ketua adat di Tanah Tadulako, bahkan massa HMI Palu sempat menggelar demo, Rabu siang, menuntut permohonan maaf Amiuddin Ma`ruf. Gubernur Longki Djanggola mengaku menyambut baik kedatangan Ketua Umum PB PMII menemui dirinya dan meminta maaf kepada gubernur dan kepada masyarakat Sulawesi Tengah, dan menyatakan menerima permohonan maaf mereka.

"Karena itu, selaku gubernur, orang tua dan tokoh adat di Tanah Kaili, saya meminta kepada semua kelompok masyarakat yang merasa tersakiti dengan ucapan itu supaya menerima permohonan maaf mereka dan mempertimbangkan kembali rencana-rencana yang akan mereka lakukan," ujarnya.(ROL)

Sumber : Antara

Berita Terkait

Nusantara

Pemkab Inhil Gelar Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026

Nusantara

Susuri Pesisir Siak, Afni Bawa Seragam Gratis dan Pesan tentang Masa Depan

Nusantara

PLN Gangguan, Aceh, Sumut, Sumbar dan Riau Padam!

Nusantara

UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Sabet Juara III Lomba Resensi Buku se-Kabupaten Kampar

Nusantara

PPWI Fasilitasi Keluarga Jenguk Jekson Sihombing di Lapas Nusakambangan

Nusantara

Pengamat: Sengketa F-SPTI Bengkalis Cukup Mengacu Putusan PN Jakarta Timur