Soal Pertentangan Pancasila dan Keislaman, Gus Sholah: Segera Gelar Dialog

Harijal - Sabtu, 06 Mei 2017 20:10 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/05/5f2a4a052017_0000pimpinanponpestebuire.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
antara
Pimpinan Ponpes Tebuireng, Solahuddin Wahid (Gus Sholah)

JAKARTA - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Salehuddin Wahid mengatakan, dinamika tentang pertentangan antara Keindonesiaan dengan Keislaman sudah lama terjadi. Gus Sholah, sapaan akrabnya tidak heran terhadap situasi saat sekarang ini.

Menurut Gus Sholah, masalah tersebut sudah terjadi sejak zaman KH Hasyim Asy’ari. Namun, Kiai Hasyim waktu itu menilai antara Keindonesiaan dan Keislaman tidak satupun saling bertentangan.

Itu sebabnya, kata Gus Sholah, resolusi jihad dicetuskan oleh Kiai Hasyim. Seruan tersebut mampu memompa semangat pemuda waktu itu agar mengangkat senjara melawan penjajah.

Isu tentang pertentangan antara pancasila dengan keislaman yang mencuat kembali pasca Pilkada DKI Jakarta perlu segera diselesaikan. Gus Sholah meminta tidak ada kelompok yang saling menyalahkan.

"Maka perlu ada peredam konflik," ujar Gus Sholah, dalam acara Seminar Pemikiran KH Hasyim Hasyim Asy’ari, di Gedung Nusantara V, MPR RI, Jakarta, Sabtu (6/5).

Gus Sholah juga menekankan agar masing-masing kelompok agar saling menghormati perbedaan. Menurutnya, konflik yang terjadi hanya disebabkan perbedaan penafsiran.

Gus Sholah menilai, konflik yang terjadi bukan antar agama. Namun sesama umat Muslim akibat perbedaan penafsiran tersebut terutama dalam kasus Basuki Tjahja Purnama atau Ahok.

Karena itu, Gus Sholah berharap, agar menyudahi saling menyalahkan. Dialog harus segera dilakukan agar tercipta situasi kondusif. Dialog tersebut diharapkan terlaksana sebelum memasuki bulan ramadhan.

"Tempatnya bisa di MPR, dalam dialog itu harus disampaikan apa saja yang diinginkan dan tidak diinginkan kedua kelompok," kata Gus Sholah.

Pasalnya, lanjut Gus Sholah, Keindonesiaan dan Keislaman untuk persatuan dan kesatuan bangsa. "Jangan ada kesan mempertentangkan, kita adalah orang Indonesia yang Islam dan Islam yang Indonesia," Gus Sholah menegaskan.(ROL)

Berita Terkait

Nusantara

Pemkab Inhil Gelar Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026

Nusantara

Susuri Pesisir Siak, Afni Bawa Seragam Gratis dan Pesan tentang Masa Depan

Nusantara

PLN Gangguan, Aceh, Sumut, Sumbar dan Riau Padam!

Nusantara

UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Sabet Juara III Lomba Resensi Buku se-Kabupaten Kampar

Nusantara

PPWI Fasilitasi Keluarga Jenguk Jekson Sihombing di Lapas Nusakambangan

Nusantara

Pengamat: Sengketa F-SPTI Bengkalis Cukup Mengacu Putusan PN Jakarta Timur