Allahu Akbar! Teriakan Korban Selamat Bus Maut di Ciloto

Harijal - Senin, 01 Mei 2017 01:53 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/05/25906e052017_0000korbankecelakaanpunca.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Putra RA/Okezone)
Korban selamat dari kecelakaan maut di Ciloto.

BOGOR - Sebuah bus pariwisata mengalami kecelakaan maut di Jalan Raya Puncak, Desa Ciloto, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. Salah satu penumpang bus, Wawan Setyawan (39) mengatakan bus maut yang ditumpanginya berisi rombongan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Rombongan yang berjumlah sekitar 100 orang ini berangkat sekira pukul 07.00 WIB untuk melakukan gathering dan berncana menginap di villa dimkawasan Cibodas, Cianjur, Jawa Barat menggunakan dua unit bus pariwisata.

"Iya rombongan dari KPPS dan PPS, Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan. Saya sendiri dari TPS 36. Kita total ada 2 bus," katanya saat ditemui di RSUD Cimacan, Minggu (30/4/2017).

Wawan pun bercerita, sebelum terjadinya kecelakaan bus pariwisata Ki Trans bernomor polisi B 7057 BGA yang ditumpanginya tersebut sudah mengalami beberapa masalah.

"Bus itu memang sudah kelihatan tidak layak. Tadi sampai Cibubur, bus saya itu ngeremnya mendadak terus. Nah, pas sampai Puncak bus jalan pelan-pelan tidak berani menyalip," paparnya.

Beberapa ratus meter sebelum lokasi kecelakaan, bus itu terasa berjalan oleng. Tidak lama kemudian penumpang yamg duduk berada di depan teriak bahwa bus mengalami rem blong.

"Kernetnya juga teriak dari jendela pintu depan. Teriak awas rem blong! Soalnya di depan bus banyak kendaraan sepeda motor sama mobil dari lawan arah," jelasnya.

Akhrinya, bus tersebut benar-benar hilang kendali dan sang sopir membanting setir ke arah berlawanan sehingga menabrak kendaraan lainnya dan masuk ke dalam jurang sedalam 5 meter.

"Semua penumpang teriak, ‘Allahu Akbar!!’ Saya yang posisinya duduk di tengah juga berusaha melindungi diri saya karena saya yakin pasti kecelakaan. Langsung aja bus masuk ke jurang," ungkapnya.

Setelah terjun ke jurang, dirinya yang masih dalam kondisi sadar berusaha keluar dari dalam bus bersama penumpang lainnya. Ia pun dibantu oleh warga sekitar dan polisi.

"Saya keluar lewat kaca depan yang pecah sama penumpang lainnya. Untungnya saya cuma luka lecet- dan masih sadar. Saya langsung dibawa ke RSUD Cimacan sama petugas," terangnya.

Saat ini, dirinya pun sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit dan masih menunggu keluarganya datang menjeput.

"Alhamdulilah saya masih dikasih umur, sekarang mau pulang nunghu keluarga," tutupnya.

Sebelumnya, bus pariwisata B 7057 BAG terlibat kecelakaan beruntun dengan 8 kendaraan lainnya di Jalan Raya Puncak, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat sekira pukul 10:30 WIB.

Kecelakaan yang diduga karen rem bus blong itu mengakibatkan 11 orang dinyatakan meninggal dunia dan pulujan orang lainnya luka-luka dan dilarikan ke RSUD Cimacan. (sym)

(wal/okezone)

Berita Terkait

Nusantara

Pemkab Inhil Gelar Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026

Nusantara

Susuri Pesisir Siak, Afni Bawa Seragam Gratis dan Pesan tentang Masa Depan

Nusantara

PLN Gangguan, Aceh, Sumut, Sumbar dan Riau Padam!

Nusantara

UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Sabet Juara III Lomba Resensi Buku se-Kabupaten Kampar

Nusantara

PPWI Fasilitasi Keluarga Jenguk Jekson Sihombing di Lapas Nusakambangan

Nusantara

Pengamat: Sengketa F-SPTI Bengkalis Cukup Mengacu Putusan PN Jakarta Timur