Ketika Pemuda NTB Menyambangi Rumah Steven di Kebon Jeruk

Harijal - Minggu, 16 April 2017 17:32 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/04/0c369c042017_0000suratpermohonanmaafs.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
republika
Surat permohonan maaf Steven yang telah memaki Gubernur NTB di Bandara Changi Singapura, Ahad (9/4).

JAKARTA - Rombongan Pemuda NTB yang berdomisili di Jakarta mendatangi rumah penghina Gubernur TGH Zainul Majdi, Steven Hadisurya Sulistyo pada Sabtu (15/4), kemarin. Kedatangan mereka untuk bertabayyun dan meminta pertanggungjawaban Steven atas kata-kata rasis yang dilontarkan pada Tuan Guru Bajang.

perwakilan PPS BD, Ady Ardiansah mengatakan, kedatangan rombongan Peguyuban Pascasarjana Bima-Dompu (PPS BD), Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan (HIMMAH NW), dan Ikatan Mahasiswa Sasak (IMSAK) ini sempat ingin dihalangi. Sejumlah petugas keamanan, aparat Kepolisian dan perwakilan warga Kedoya Baru, Blok F 2/15, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat keluar menanyakan identitas dan surat mandat. Setelah diajak negosiasi sekitar 20 menit. Rombongan ini pun diizinkan melihat langsung rumah Steven. Dari luar, gerbang di gembok, sementara suasana rumah tampak berantakan dan tak terurus.

Kepada pemuda yang datang, Kepala Keamanan kompleks, Hermanto mengatakan, rumah tersebut sudah tidak ditempati sejak 2007. Ady mengaku sangat heran dengan pengakuan kepala keamanan tersebut.

"Sebelas tahun tak ditempati pemiliknya, Hermanto juga mengaku beberapa hari ini banyak orang yang lalu lalang menanyakan alamat rumah tersebut," kata Ady.

Menurut Ady, pemuda NTB sangat kecewa dengan sikap Steven tersebut. "Niatan baik kami dibalas dengan kesombongan dan keangkuhannya," ujarnya.

Ady mengatakan, sikap tidak kooperatif Steven dan keluarganya dalam kasus ini akan membuat warga NTB semakin tersakiti dan dipermainkan. Apalagi, yang dihina itu adalah pemimpin dan simbol utama NTB. "Saya takut kalau masalah ini terus dibiarkan, warga NTB akan bergerak sendiri mencari anak ini (Steven)," katanya.

Masalah ini juga membuat warga NTB merasa tak dihargai setelah menjaga bingkai keragaman selama ini. "Untuk itu kami meminta polisi segera bergerak dan mengamankan anak itu," harapnya.

Ketum HIMMAH NW Jakarta, Alimudin mengatakan, pihaknya tidak akan berdiam diri dan duduk berpangku tangan atas kasus ini."Perlu diingat bahwa TGB itu adalah sesepuh kami, dan simbol ulama besar Islam Indonesia," katanya. 

Walaupun TGB sudah memaafkan Steven, kata dia, reaksi masyarakat harus ditanggapi dengan cepat.(ROL)

Berita Terkait

Nusantara

Pemkab Inhil Gelar Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026

Nusantara

Susuri Pesisir Siak, Afni Bawa Seragam Gratis dan Pesan tentang Masa Depan

Nusantara

PLN Gangguan, Aceh, Sumut, Sumbar dan Riau Padam!

Nusantara

UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Sabet Juara III Lomba Resensi Buku se-Kabupaten Kampar

Nusantara

PPWI Fasilitasi Keluarga Jenguk Jekson Sihombing di Lapas Nusakambangan

Nusantara

Pengamat: Sengketa F-SPTI Bengkalis Cukup Mengacu Putusan PN Jakarta Timur