TGB Minta Warga NTB tak Terprovokasi Rasisme Steven

Harijal - Jumat, 14 April 2017 15:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/04/e4f150042017_0000gubernurntbtghmzain.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Muhammad Nursyamsi/Republika
Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi

MATARAM - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Haji Muhammad Zainul Majdi menjelaskan perlakuan tidak menyenangkan yang dialami dia dan istrinya oleh mahasiswa Indonesia saat berada di Bandara Changi Singapura. Di hadapan ribuan jamaah usai menunaikan ibadah shalat Jumat di Islamic Center NTB, pria yang dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB) mengajak warga NTB untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. 

"Saya tidak bisa melarang orang marah, tapi kemarahan yang ada tidak boleh mendorong pada satu bentuk kemaksiatan. Tetap jaga keamanan, kenyamanan, dan ketenangan NTB," kata TGB di Islamic Center NTB, Jumat (14/4).

TGB mengatakan, menghadapi keadaan apapun di dunia, Islam telah memiliki panduan terbaik melalui Alquran dan tuntunan Nabi Muhammad SAW. Tuntunan pertama dari Alquran jika mendapat perbuatan yang tidak menyenangkan ialah untuk bersabar. Rasa sabar, kata TGB, akan semakin mendekatkan ketaqwaan diri kepada Allah SWT.

TGB menerangkan, kehebatan seseorang bukan terletak pada siapa yang menang dalam bertarung fisik, melainkan mampu mengendalikan diri pada saat marah. Dia mengimbau masyarakat NTB untuk mampu mengendalikan diri dan menggunakan akal sehat menyikapi hal ini.

"Jangan ada yang terprovokasi apapun," kata dia.

TGB juga meminta warga NTB untuk bersama-sama menjaga persaudaraan dan keberagaman yang selama ini telah terjalin dengan baik. "Mari kita jaga keutuhan dan kebersamaan kita, jangan terprovokasi dalam bentuk apapun, lelah kita bangun NTB ini, mari kita rawat dengan sebenar-benarnya," ucap TGB.

TGB menambahkan, tidak boleh ada seseorang atau sekelompok yang merasa lebih hebat dari kelompok lain dan lantas merendahkan kelompok lain karena faktor apapun. "Allah SWT maha adil, mudah-mudahan apa yang terjadi pada diri saya dan keluarga jadi pelajaran," kata TGB.

TGB mengingatkan agar umat Islam di NTB yang menjadi mayoritas untuk selalu mengayomi yang minoritas di NTB. "Insya Allah saya yakin umat Islam di NTB punya kesabaran dan kedewasaan sehingga tetaplah semua yang terjadi sebagai pupuk untuk semakin menumbuhkan semangat dalam membangun daerah kita," kata TGB menambahkan.

Sebelumnya, pada Ahad (9/4), di Bandara Changi, Singapura, terjadi kesalahpahaman antara seorang bernama Steven Hadisurya Sulistyo, bersama Muhammad Zainul beserta istri ketika sama-sama mengantre di depan tempat check-in Batik Air. Steven melayangkan kata-kata bernada rasis,"Dasar Indo, Dasar Indonesia, Dasar Pribumi, Tiko,".(ROL)

Berita Terkait

Nusantara

Pemkab Inhil Gelar Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026

Nusantara

Susuri Pesisir Siak, Afni Bawa Seragam Gratis dan Pesan tentang Masa Depan

Nusantara

PLN Gangguan, Aceh, Sumut, Sumbar dan Riau Padam!

Nusantara

UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Sabet Juara III Lomba Resensi Buku se-Kabupaten Kampar

Nusantara

PPWI Fasilitasi Keluarga Jenguk Jekson Sihombing di Lapas Nusakambangan

Nusantara

Pengamat: Sengketa F-SPTI Bengkalis Cukup Mengacu Putusan PN Jakarta Timur