Guru & Siswa Pertanyakan Efektivitas Sistem Ujian Nasional

Harijal - Rabu, 15 Maret 2017 20:52 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/03/66f616032017_0000gurusiswapertanyakan.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
ilustrasi okezone

JAKARTA - Guru dan siswa kelas XI berpendapat tentang tidak efektifnya sistem Ujian Nasional (UN) yang akan dihadapi oleh siswa kelas XII pada tahun 2017.

Seorang guru Sekolah Menengah Atas (SMA) swasta di Bogor, Jawa Barat, Helmidar, mengatakan, kesulitan pada sistem UN di tahun ini yaitu waktu simulasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) terlalu singkat.

"Waktu simulasi UNBK sangat singkat, sehingga siswa-siswinya agak kesulitan beradaptasi dengan sistem UNBK di tahun ini," kata Helmidar yang merupakan guru pendidikan kewarganegaraan (PKN), Rabu (15/3/2017).

Helmidar juga menyarankan agar nantinya pihak sekolah lebih menyiapkan fasilitas untuk menunjang kebutuhan UNBK.

"Hal penting yang harus disiapkan dari sekarang untuk UN di tahun depan, pihak sekolah harus meningkatkan fasilitas, seperti laboratorium komputer yang lengkap sesuai dengan kebutuhan UNBK," ujarnya.

Sementara itu, salah satu siswa kelas XI di SMAN 11 Tangerang Selatan, Banten, Nandhes Egar Panitih menyampaikan pendapatnya mengenai sistem UN di tahun ini yang terlihat kurang bagus.

"Saya bingung dengan sistem UN di tahun ini karena hanya salah satu mata pelajaran penjurusan saja yang diujikan sedangkan selama ini kami belajar tiga pelajaran penjurusan. Jadi menurut saya, lebih baik yang diujikan semua mata pelajaran di penjurusan," paparnya.

Nandhes juga menambahkan bahwa ia menganggap UN di tahun ini terlalu merepotkan dan terlalu banyak yang diujikan seperti, Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan UN.

"Meskipun di tahun ini saya belum menghadapi ujian kelulusan tapi menurut saya, sebaiknya yang diujikan sebagai standar kelulusan itu hanya salah satunya saja misalnya USBN atau UN," tuturnya.

Pada tahun ini, seluruh siswa kelas XII di Indonesia akan menghadapi UN dan USBN. Perbedaan UN dan USBN yakni soal-soal UN akan dibuat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), sedangkan soal-soal USBN oleh guru-guru sekolah yang tergabung dalam musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) dan kelompok kerja guru (KKG) sebagai organisasi profesi.

Penyelenggaraan UN di tahun ini akan dilaksanakan pada 10-13 April 2017, sedangkan USBN pada sekitar akhir di bulan Maret.

(sus/okezone)

Berita Terkait

Nusantara

Pemkab Inhil Gelar Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026

Nusantara

Susuri Pesisir Siak, Afni Bawa Seragam Gratis dan Pesan tentang Masa Depan

Nusantara

PLN Gangguan, Aceh, Sumut, Sumbar dan Riau Padam!

Nusantara

UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Sabet Juara III Lomba Resensi Buku se-Kabupaten Kampar

Nusantara

PPWI Fasilitasi Keluarga Jenguk Jekson Sihombing di Lapas Nusakambangan

Nusantara

Pengamat: Sengketa F-SPTI Bengkalis Cukup Mengacu Putusan PN Jakarta Timur