Mentan RI Harapkan Percepatan Serap Gabah Petani Sesuai HPP

Harijal - Rabu, 08 Maret 2017 21:27 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/03/ad51e7032017_0000mentanriharapkanperc.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Puspen TNI
Mentan RI Harapkan Percepatan Serap Gabah Petani Sesuai HPP.

NGAWI, kabarmelayu.com - Kementerian Pertanian (Kementan) RI terus melakukan panen raya padi sekaligus percepatan serap gabah para petani sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Demikian dikatakan Menteri Pertanian (Mentan) RI Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP pada acara Panen Raya Padi dan Serap Gabah di Desa Karang Banyu, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (8/3/2017). Kungjungan kerja Mentan RI ke Kabupaten Ngawi merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden RI Ir. Joko Widodo agar para petani di saat musim panen mendapat jaminan harga yang menguntungkan sesuai HPP. “Saya datang kesini untuk membantu dan mencari solusi guna mengendalikan harga gabah para petani menjadi stabil,” ujarnya. Lebih lanjut Ir. Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa upaya percepatan serap gabah petani merupakan instruksi Presiden RI dalam percepatan serap gabah melalui Perpres No.20/2017, sehingga Kementan RI mengeluarkan Permentan No.3/2017 tentang pedoman pembelian harga gabah dan beras petani.“Oleh karena itu, saya harap Bulog tidak membiarkan harga gabah petani dibeli oleh tengkulak di bawah HPP. Bulog harus membelinya sesuai HPP yakni Rp 3.700 per kg,” katanya.  Dalam pengarahannya Mentan RI menyampaikan bahwa, kita ingin menyelesaikan masalah penyerapan gabah dan mengendalikan harga, sehingga petani tidak dirugikan. “Saya harapkan Bulog untuk bersinergi dengan Babinsa agar membantu penyerapan gabah para petani sebesar-besarnya,” imbuhnya. Sementara itu ditempat yang sama, Asisten Teritorial (Aster) Kasad Mayjen TNI Komaruddin Simanjutak menegaskan bahwa TNI berkomitmen mendukung penuh progam pemerintah yaitu melakukan pengawalan dan pendampingan guna menyukseskan serap gabah petani sebesar-besarnya tanpa merugikan para petani. “Ini dimaksudkan agar tidak memberikan celah kepada tengkulak untuk permainkan harga gabah petani,” ujarnya.  “TNI harus sukseskan program pemerintah, diharapkan Babinsa sebagai ujung tombak dalam pendampingan petani tidak boleh main-main. Siapapun yang mempermainkan harga gabah akan ditindak tegas. Apabila ada Babinsa yang tidak melaksanakan tugas dengan baik, laporkan, demikian juga Babinsa yang berprestasi juga dilaporkan,” tegas Mayjen TNI Komaruddin Simanjutak. Aster Kasad menjelaskan bahwa upaya TNI dalam melakukan pengawalan dan pendampingan petani, TNI membentuk Satgas Sergap Gabah. Upaya ini untuk menangkap pembeli yang permainkan harga gabah petani.  “Setiap lokasi panen padi ada posko untuk pembelian gabah petani oleh Bulog dan dikawal TNI. Jadi jika ditemukan langsung di lapangan ada yang mempermainkan harga gabah, Babinsa langsung tangkap dan koordinasikan dengan aparat Kepolisian setempat untuk proses lebih lanjut,” jelas Aster Kasad.(puspentni)

Berita Terkait

Nusantara

Pemkab Inhil Gelar Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026

Nusantara

Susuri Pesisir Siak, Afni Bawa Seragam Gratis dan Pesan tentang Masa Depan

Nusantara

PLN Gangguan, Aceh, Sumut, Sumbar dan Riau Padam!

Nusantara

UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Sabet Juara III Lomba Resensi Buku se-Kabupaten Kampar

Nusantara

PPWI Fasilitasi Keluarga Jenguk Jekson Sihombing di Lapas Nusakambangan

Nusantara

Pengamat: Sengketa F-SPTI Bengkalis Cukup Mengacu Putusan PN Jakarta Timur